lampungmedia.id, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melaksanakan kegiatan pemberdayaan kelompok tani di Desa Sukoharjo 1, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan yang diketuai oleh Sri Nurmayanti, S.P., M.Si. tersebut berfokus pada pemanfaatan limbah perkebunan kakao sebagai bahan baku pembuatan Pupuk Organik Cair (POC).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan solusi terhadap permasalahan limbah kakao yang masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh petani. Desa Sukoharjo 1 merupakan salah satu wilayah dengan potensi perkebunan kakao yang cukup besar. Limbah berupa kulit kakao, sisa pangkasan, dan bahan organik lainnya yang dihasilkan dari aktivitas perkebunan selama ini berpotensi menumpuk di lingkungan kebun dan dapat mengganggu sanitasi serta kesehatan tanaman.
Melalui kegiatan pengabdian ini, tim pelaksana memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anggota kelompok tani mengenai teknologi pengolahan limbah kakao menjadi POC. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, diskusi, demonstrasi, dan praktik pembuatan POC secara langsung. Para peserta juga mendapatkan pendampingan agar mampu menerapkan teknologi tersebut secara mandiri dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Tim Pengabdian juga melakukan penyerahan bantuan alat dan bahan pembuatan POC kepada kelompok tani. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung proses praktik sekaligus mendorong keberlanjutan produksi POC setelah kegiatan pengabdian selesai dilaksanakan.
Ketua Tim Pelaksana Pengabdian, Sri Nurmayanti, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa pemanfaatan limbah kakao menjadi POC merupakan salah satu bentuk penerapan teknologi sederhana berbasis potensi lokal yang memiliki manfaat bagi lingkungan maupun ekonomi petani. Limbah yang sebelumnya tidak termanfaatkan dapat diolah menjadi produk yang dapat digunakan kembali sebagai input pertanian.
Pemanfaatan POC diharapkan dapat membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik sekaligus menekan biaya pemupukan. Selain digunakan untuk kebutuhan kebun sendiri, POC yang diproduksi secara konsisten juga berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi yang dapat dipasarkan kepada petani lainnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan pertanian berkelanjutan dan konsep zero waste di tingkat petani. Dengan mengolah limbah perkebunan menjadi produk yang bermanfaat, kelompok tani tidak hanya membantu mengurangi permasalahan lingkungan, tetapi juga meningkatkan nilai tambah hasil samping perkebunan kakao.
Tim Pengabdian berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian kelompok tani dalam mengelola limbah kakao. Ke depan, produksi POC diharapkan dapat dilakukan secara konsisten sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi produktivitas pertanian, penghematan biaya usaha tani, serta peningkatan kesejahteraan keluarga petani di Desa Sukoharjo 1.



















