lampungmedia.id, Tanggamus – Politeknik Negeri Lampung (Polinela) kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berjudul “Implementasi Teknologi Ember Bertingkat untuk Pembuatan Kompos dan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Kakao pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Lantana Tanggamus.” Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendanaan dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Politeknik Negeri Lampung Tahun Anggaran 2026 sebagai bentuk dukungan institusi dalam mendorong penerapan inovasi teknologi tepat guna bagi masyarakat. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola limbah kakao menjadi produk bernilai tambah yang ramah lingkungan.

Kegiatan dilaksanakan di Kelompok Tani Hutan (KTH) Lantana, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus. Ketua KTH Lantana, Eri Buwono, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh Polinela. Menurutnya, teknologi yang diperkenalkan sangat bermanfaat karena mampu mengubah limbah kulit buah kakao yang selama ini belum termanfaatkan menjadi kompos dan pupuk organik cair (POC) yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung produktivitas lahan pertanian.

Ketua Tim Pengabdian, Nabillah Anissa, S.P., M.P., menjelaskan bahwa limbah kulit buah kakao mencapai sekitar 60–70% dari berat buah segar. Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut berpotensi menjadi sumber pencemaran lingkungan dan tempat berkembangnya organisme penyebab penyakit tanaman. Melalui penerapan teknologi ember bertingkat, limbah kakao dapat diolah secara sederhana menjadi kompos padat dan pupuk organik cair yang bernilai ekonomis serta ramah lingkungan.

Pelaksanaan program dilakukan melalui dua tahapan utama, yaitu Pengenalan Teknologi Ember Bertingkat kepada anggota Kelompok Tani Hutan Lantana sebagai solusi pengelolaan limbah kakao, kemudian dilanjutkan dengan Implementasi Teknologi melalui praktik langsung pembuatan kompos dan pupuk organik cair (POC) menggunakan limbah kakao. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan petani sehingga teknologi dapat diterapkan secara berkelanjutan di tingkat kelompok tani.

Tim Pengabdian Politeknik Negeri Lampung terdiri atas Nabillah Anissa, S.P., M.P. sebagai ketua tim, didampingi oleh Herfandi Lamdo, S.P., M.P., Tyas Dwi Chintya, S.Tr.P., M.P., Bela Ayu Pratiwi, S.P., M.P., Emi Yunida, S.P., M.P., dan Abu Haris Husain, S.P., M.P. sebagai anggota dosen, serta melibatkan Indra Saputra dan Habib Alim Laksono sebagai mahasiswa. Seluruh tim berkolaborasi sesuai bidang keahliannya dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan kegiatan, mulai dari pengenalan teknologi, implementasi di lapangan, hingga pendampingan kepada mitra.

Melalui program ini, Polinela tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan limbah kakao, tetapi juga mendorong petani untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, meningkatkan kesuburan tanah, dan menciptakan peluang usaha berbasis pupuk organik. Program ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, serta dukungan pendanaan DIPA Politeknik Negeri Lampung Tahun Anggaran 2026, diharapkan teknologi ember bertingkat dapat terus diterapkan dan direplikasi oleh kelompok tani lainnya sebagai solusi sederhana, murah, dan efektif dalam mendukung pertanian berkelanjutan, meningkatkan nilai tambah limbah pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini