lampungmedia.id, Jakarta – Kasus dugaan eksploitasi terhadap mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) yang pernah tampil di Taman Safari Indonesia (TSI) semakin mendapat sorotan publik setelah kesaksian para korban disampaikan dalam podcast Deddy Corbuzier.
Dalam episode terbaru podcast tersebut, beberapa mantan pemain sirkus mengungkapkan pengalaman memilukan yang mereka alami selama bekerja di OCI. Salah satu korban menceritakan bahwa mereka dipaksa bekerja tanpa upah yang layak, mengalami kekerasan fisik, dan dipisahkan dari keluarga mereka.
“Kami bekerja dari pagi hingga malam tanpa istirahat yang cukup. Jika kami melakukan kesalahan kecil, kami dihukum secara fisik. Saya bahkan tidak diperbolehkan bertemu dengan anak saya selama bertahun-tahun,” ungkap salah satu korban dalam podcast tersebut.
Kesaksian ini memperkuat laporan sebelumnya yang disampaikan oleh para korban kepada Wakil Menteri Hukum dan HAM, Mugiyanto, pada 15 April 2025. Mereka mendesak pemerintah untuk membentuk tim pencari fakta guna mengusut tuntas dugaan pelanggaran hak asasi manusia ini.
Menanggapi tuduhan tersebut, Komisaris TSI dan pendiri OCI, Tony Sumampouw, membantah keras adanya praktik eksploitasi atau perbudakan terhadap pemain sirkus. Ia menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan akan segera diklarifikasi.
Sementara itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan telah memantau dugaan pelanggaran HAM terhadap anak-anak pemain sirkus sejak 1997 dan menemukan indikasi pelanggaran yang terjadi selama bertahun-tahun. Polri juga menyatakan siap menyelidiki kasus ini apabila menerima laporan resmi dari para korban.
Kasus ini telah memicu perhatian luas dari publik dan media sosial, dengan banyak pihak menuntut transparansi dan keadilan bagi para korban. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan kasus ini dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

















