lampungmedia.id, Metro – Peristiwa tragis mengguncang Kota Metro, Lampung. Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Dedi Christian Agung (40) meninggal dunia setelah mengalami luka tembak di bagian kepala dalam insiden yang terjadi di wilayah Metro Barat, Sabtu malam (23/5/2026). Polisi kini telah mengamankan pelaku yang sebelumnya sempat melarikan diri.

Korban yang diketahui merupakan warga Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, diduga menjadi korban penembakan akibat persoalan utang piutang. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Khair Bras, tepatnya di depan sebuah lokasi usaha pencucian mobil. Saat kejadian, korban tengah berada di lokasi bersama sejumlah rekannya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku berinisial FJP (21) datang menemui korban untuk membahas persoalan utang. Namun percakapan keduanya diduga memanas hingga berujung cekcok mulut. Situasi kemudian berubah menjadi tragedi ketika pelaku mengeluarkan senjata api dari tas kecil yang dibawanya dan melepaskan tembakan ke arah korban. Peluru mengenai bagian pelipis kanan korban.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit di Kota Metro untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, proyektil peluru masuk melalui bagian pelipis dan bersarang di area belakang tengkorak. Meski sempat mendapat perawatan intensif, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia pada malam kejadian.

Kepolisian Daerah Lampung bergerak cepat melakukan pengejaran. Pelaku akhirnya menyerahkan diri ke aparat kepolisian pada Minggu (24/5/2026). Dalam keterangannya, pelaku mengaku menyerahkan diri karena takut tindakan pelariannya berakhir dengan penindakan tegas aparat. Polisi juga mengamankan senjata api beserta amunisi yang diduga digunakan dalam aksi penembakan tersebut.

Pihak kepolisian menegaskan akan memproses kasus ini secara serius, termasuk mendalami asal-usul kepemilikan senjata api yang digunakan pelaku. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat penegak hukum.

Kasus ini menjadi perhatian publik di Lampung karena melibatkan seorang ASN dan penggunaan senjata api dalam konflik pribadi yang berujung maut. Aparat saat ini masih terus mendalami seluruh rangkaian kejadian untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini