lampungmedia.id, Bandar Lampung – Penunjukan Kota Bandar Lampung sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau HIPMI mulai memicu polemik di internal organisasi pengusaha muda terbesar di Indonesia tersebut.
Agenda nasional yang sedianya menjadi ajang konsolidasi sekaligus pemilihan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI itu justru diwarnai gelombang protes dari sejumlah kubu calon ketua umum yang menilai penetapan lokasi Munas sarat kontroversi.
Tiga tim pemenangan calon ketua umum HIPMI, yakni kubu Reynaldo Bryan, Afifuddin Kalla, dan Anthony Leong, secara resmi menyampaikan nota keberatan terhadap penetapan Bandar Lampung sebagai lokasi pelaksanaan Munas XVIII HIPMI 2026. Mereka meminta Steering Committee (SC) meninjau ulang keputusan tersebut demi menjaga netralitas forum organisasi.
Keberatan itu bukan tanpa alasan. Salah satu poin utama yang dipersoalkan adalah dugaan pelanggaran aturan organisasi terkait waktu penetapan lokasi Munas. Dalam AD/ART HIPMI disebutkan bahwa lokasi Munas seharusnya sudah diputuskan paling lambat enam bulan sebelum pelaksanaan melalui Sidang Dewan Pleno.
Selain itu, kubu penolak juga menyoroti legalitas penerbitan Surat Keputusan kepanitiaan yang dianggap tidak melalui mekanisme rapat resmi RBPH/RBPL BPP HIPMI sebagaimana diatur dalam Pedoman Organisasi (PO) 11.
Situasi semakin memanas setelah muncul tudingan bahwa pemilihan Lampung berpotensi menguntungkan kandidat tertentu. Sejumlah tim sukses menilai faktor kedekatan jaringan lokal, penguasaan teknis lapangan, hingga akses akomodasi dapat menciptakan ketimpangan dalam kontestasi pemilihan ketua umum HIPMI.
Dalam pernyataan resminya, Tim Pemenangan Anthony Leong bahkan meminta Munas dijauhkan dari pengaruh elit politik non-HIPMI dan kepentingan eksternal yang dinilai dapat mengganggu independensi organisasi. Mereka mengusulkan agar Munas dipindahkan ke daerah yang dianggap lebih netral seperti DKI Jakarta atau Jawa Timur.
Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan resmi dari Steering Committee terkait tuntutan pemindahan lokasi tersebut. Bandar Lampung masih dipersiapkan sebagai pusat pelaksanaan Munas XVIII HIPMI yang diprediksi akan dihadiri ribuan pengusaha muda dari seluruh Indonesia.
Polemik ini pun menjadi perhatian luas karena HIPMI selama ini dikenal sebagai organisasi strategis yang melahirkan banyak tokoh nasional, baik di bidang bisnis maupun politik. Sejumlah pengamat menilai dinamika menjelang Munas kali ini bukan sekadar persaingan biasa, melainkan pertarungan pengaruh di tubuh organisasi pengusaha muda yang memiliki jejaring kuat hingga tingkat pusat.


















