lampungmedia.id, Lampung Selatan – Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, SE., M.B.A., menghadiri acara Adat Angkon Anak yang diselenggarakan di Lamban Balak Marga Legun Way Urang, Jalan Kesuma Bangsa No. 212, Kalianda, Lampung Selatan. Kehadiran Ketua DPRD dalam acara ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung dan melestarikan warisan budaya Lampung.
Angkon Anak merupakan salah satu tradisi adat khas Lampung yang memiliki makna mendalam dalam struktur sosial masyarakat. Tradisi ini adalah bentuk pengangkatan atau penerimaan seseorang ke dalam suatu marga atau keluarga besar adat. Prosesi ini dilakukan dengan penuh nilai filosofis yang menekankan pentingnya persaudaraan, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutannya, Ahmad Giri Akbar menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggara acara yang terus menjaga tradisi leluhur ini. “Budaya adalah identitas suatu bangsa. Sebagai masyarakat Lampung, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga adat istiadat yang diwariskan oleh para leluhur kita. Acara Angkon Anak ini bukan hanya prosesi adat semata, tetapi juga simbol persatuan dan regenerasi nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Acara ini dihadiri oleh tokoh adat, pemuka masyarakat, serta warga setempat yang antusias menyaksikan prosesi adat yang sakral ini. Beberapa tahapan penting dalam Angkon Anak meliputi prosesi adat, pembacaan ikrar, serta pemberian gelar atau status keanggotaan dalam keluarga adat. Selain itu, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya Lampung, seperti tari-tarian dan musik tradisional.
Sebagai salah satu bentuk pelestarian budaya, acara ini juga menjadi momentum edukasi bagi generasi muda untuk memahami dan mencintai budaya Lampung. Ketua DPRD menekankan bahwa pelestarian adat dan budaya harus terus dilakukan seiring dengan perkembangan zaman, dengan tetap mempertahankan esensi dan nilai-nilai kearifan lokal.
“Ke depan, DPRD Provinsi Lampung akan terus mendorong kebijakan yang mendukung pelestarian budaya daerah, baik melalui regulasi maupun dukungan anggaran bagi kegiatan-kegiatan kebudayaan. Harapan kita semua, budaya Lampung tetap lestari dan menjadi kebanggaan kita bersama dalam membangun Lampung yang maju dan berdaya saing,” tambahnya.
Dengan suksesnya penyelenggaraan Angkon Anak di Kalianda, diharapkan tradisi ini dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari identitas budaya Lampung yang kaya dan beragam.

















