LAMPUNG BARAT – Dosen Politeknik Negeri Lampung (POLINELA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui pendampingan petani kopi organik di Desa Sinar Jaya, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, pada Sabtu 25 Juli 2026
Kegiatan mengusung tema “Pendampingan Petani Kopi Organik melalui Pemanfaatan Agen Hayati Trichoderma sebagai Upaya Pengendalian Penyakit di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat.” Program ini bekerja sama dengan Gapoktan Lampung Robusta sebagai mitra kegiatan.
Kegiatan dilaksanakan sebagai respons terhadap berbagai kendala yang dihadapi petani kopi, khususnya serangan penyakit tanaman .Selain itu, keterampilan petani dalam pemanfaatan agen hayati, khususnya Trichoderma, masih perlu ditingkatkan.
Melalui program ini, petani mendapatkan penyuluhan dan pelatihan mengenai pengendalian penyakit tanaman secara hayati, produksi Trichoderma berbasis bahan lokal, serta penerapan teknologi secara langsung di lahan. Teknologi yang diperkenalkan meliputi isolasi, perbanyakan, dan aplikasi Trichoderma sebagai agen hayati untuk membantu menekan penyakit pada tanaman kopi.

Ketua tim pengabdian, Dimas Prakoswo Widiyani, S.P., M.P., bertanggung jawab atas perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, dan pelaporan kegiatan. Tim juga terdiri atas Dr. Soleha, S.P, Dian Latifathul Mar’ah, S.P., M.P., Tika Leoni Putri, S.P., M.Si. Kresna Syifa UsodriS.P., M.Si dan Tandaditya Ariefandra Airlangga, S.P., M.Sc . Kegiatan turut melibatkan mahasiswa aktif yaitu Janmo Diaman Purba dan Ahmad Rosyit Al-Aziz dalam pelaksanaan serta dokumentasi kegiatan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan petani dalam proses pelatihan, produksi Trichoderma, hingga penerapannya di lahan. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk melihat kemampuan petani dalam memperbanyak dan mengaplikasikan Trichoderma, tingkat adopsi teknologi, serta perkembangan kondisi tanaman setelah penerapan teknologi.

Melalui kegiatan ini, tim PkM POLINELA berharap petani dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengendalian penyakit tanaman secara hayati, mengurangi ketergantungan terhadap input kimia, serta menerapkan praktik budidaya kopi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Program tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi POLINELA dalam mentransfer pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat serta mendukung pengembangan usaha tani kopi organik di Kabupaten Lampung Barat.



















