lampungmedia.id, Bandar Lampung – Kompetisi BRI Liga 1 atau BRI Super League musim 2025/2026 resmi berakhir. Persib Bandung memastikan diri keluar sebagai juara setelah menutup musim dengan hasil imbang tanpa gol pada laga terakhir, sementara Bhayangkara Presisi Lampung FC mencatat pencapaian impresif dengan finis di posisi lima besar klasemen akhir.
Persib mengunci gelar juara usai bermain 0-0 menghadapi Persijap Jepara pada pekan ke-34 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026). Hasil tersebut cukup mengantar tim berjuluk Maung Bandung mengakhiri musim dengan koleksi 79 poin. Meski memiliki jumlah poin yang sama dengan Borneo FC yang finis sebagai runner-up, Persib unggul rekor pertemuan (head to head) sehingga berhak mengangkat trofi juara musim ini.
Keberhasilan tersebut sekaligus mengukuhkan dominasi Persib di sepak bola nasional. Klub asal Kota Bandung itu juga mencatat sejarah dengan torehan gelar beruntun di era kompetisi modern Indonesia.
Sementara itu, Bhayangkara Presisi Lampung FC menjadi salah satu sorotan utama musim ini. Datang sebagai tim promosi, klub berjulukan The Guardians of Saburai justru mampu tampil konsisten hingga menembus lima besar klasemen akhir kompetisi.
Bhayangkara Presisi Lampung FC mengakhiri musim di posisi kelima dengan raihan 53 poin dari 34 pertandingan. Tim yang bermarkas di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Bandar Lampung, itu mencatat 16 kemenangan, lima hasil imbang, dan 13 kekalahan sepanjang musim. Mereka unggul head to head atas Malut United dan Dewa United yang juga mengoleksi poin identik.
Capaian tersebut menjadi pencapaian terbaik di antara tim promosi musim ini. Dua tim promosi lainnya, PSIM Yogyakarta dan Persijap Jepara, harus puas mengakhiri kompetisi di papan tengah klasemen.
Di papan atas, Persija Jakarta menutup musim di posisi ketiga dengan 71 poin, disusul Persebaya Surabaya di peringkat keempat dengan 58 poin. Sementara persaingan papan bawah berlangsung ketat hingga pekan terakhir dengan Persis Solo harus menerima kenyataan terdegradasi usai gagal keluar dari zona merah.
Berakhirnya musim 2025/2026 juga menjadi momentum evaluasi bagi seluruh kontestan sebelum menyambut kompetisi musim berikutnya. Bagi Bhayangkara Presisi Lampung FC, finis di posisi lima besar menjadi modal berharga untuk menatap musim baru dengan target yang lebih tinggi, sekaligus mempertegas eksistensi Lampung di panggung sepak bola nasional.

















