lampungmedia.id, Jakarta – Drama politik di Lampung Tengah memuncak setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menangkap Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) yang berlangsung pada Rabu malam, 10 Desember 2025. Penangkapan ini menjadi sorotan publik karena terjadi hanya satu hari setelah sang bupati menyerukan pentingnya integritas pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia.
Dalam OTT tersebut, tim KPK menyita uang tunai sekitar Rp193 juta serta logam mulia sekitar 850 gram dari lokasi operasi, yang diduga terkait transaksi suap. Penyitaan ini telah dikonfirmasi melalui laporan resmi KPK yang disampaikan kepada awak media di Gedung Merah Putih, Jakarta.
Temuan tersebut kemudian memperkuat dugaan bahwa Bupati Ardito menerima imbalan terkait proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal, KPK mengumumkan bahwa Ardito Wijaya resmi ditetapkan sebagai tersangka bersama beberapa pejabat dan pihak terkait lainnya. Mereka kini menjalani penahanan untuk proses penyidikan lanjutan.
KPK menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan adanya dugaan kuat penerimaan fee proyek dari sejumlah rekanan pemerintah daerah.
Modus Diduga: Fee 15–20 Persen dari Pemenang Proyek
Berdasarkan keterangan sumber resmi, pola dugaan suap yang terjadi melibatkan pemberian “fee proyek” dengan skema persentase tertentu kepada Bupati. Fee ini diduga diberikan oleh kontraktor sebagai imbalan atas kemudahan dalam memenangkan proyek pengadaan.
Skema semacam ini, menurut KPK, menjadi salah satu modus yang umum ditemukan dalam kasus korupsi di daerah.
Publik Lampung digemparkan dengan ironi yang terjadi: sehari sebelum OTT, Ardito sempat menghadiri peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia dan meminta ASN bekerja dengan jujur. Pernyataan itu kini menjadi sorotan di berbagai platform media sosial.
Tak hanya itu, saat digiring ke Rutan KPK, tingkah Ardito yang sempat menyapa dan bercanda dengan jurnalis juga menjadi perbincangan dan menambah warna dalam pemberitaan nasional.
Wakil Bupati Lampung Tengah memastikan bahwa pemerintahan tetap berjalan normal dan pelayanan publik tidak terganggu. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya menghormati seluruh proses hukum dan memberikan ruang kepada KPK untuk bekerja secara profesional.
Ardito diketahui merupakan politisi yang baru bergabung dengan salah satu partai besar. Pihak partai menyatakan akan mengikuti perkembangan penyidikan dan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada KPK.
Dengan status tersangka dan barang bukti yang telah diamankan, kasus Bupati Lampung Tengah ini diperkirakan akan berlangsung panjang. Masyarakat dan pemerhati antikorupsi kini menantikan tindakan lanjutan KPK, termasuk pengembangan kasus untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan korupsi proyek daerah tersebut.
Rilis ini akan diperbarui sesuai perkembangan dari KPK dan pernyataan resmi otoritas terkait.















