BANDAR LAMPUNG – Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Lampung diduga kuat ‘bagi-bagi’ peralatan elektronik dan peralatan kantor.

Peralatan elektronik seperti genset, laptop, kamera, Jve monitor itu ditengarai untuk media yang bekerjasama dengan instansi tersebut.

Menariknya medai arus utamapun disebut ‘kecipratan’ dana akhir tahun tersebut. Berdasar penelusuran ad 28 media yang mendapat jatah dari Diskominfotik Lampung.

Mereka berdalih dibelikan alat elektronik dan perlengkapan kantor untuk pergantian adventorial yang tidak dibayarkan oleh Diskominfotik Lampung

 

Kepala Bidang (Kasi) Diskominfo Prov Lampung, Rudi mengakui pengadaan barang untuk media.

“Pembelian barang-barang tersebut adalah pergantian adventorial media yang tidak dibayarkan, dengan mengajukan proposal media tersebut ke Diskominfo Provinsi Lampung,” kata Rudi, Selasa 29 Desember 2020.

Ia berujar, Diskominfotik Lampung ini membelikan barang-barang yang berbeda itu adalah kemauan dari pelaku media.

“Dengan mengajukan proposal kepada Diskominfo dengan dituju oleh Kepala Diskominfo Provinsi Lampung (Chrisna Putra) ,” ucap Rudi.

Salah satu pelaku media yang mendapatkan ‘jatah’ drai Kominfotik Lampungmengatakan, media tempat ia bekerja, adventorial satu tidak dibayarkan oleh Diskominfotik digantikan dengan pembelian barang kamera dengan alasan mengajukan proposal.

“Dapat kamera dari Diskominfo provinsi Lampung. Itupun ditelpone oleh Kadis Kominfo provinsi Lampung,” kata dia sembari mewanti-wanti namanya tidak disebut.

Lucunya Kadis Kominfotik Lampung Achmad Crisna Putra membantah pernyataan Rudi.

“Memang ada yang ngajuin proposal.
Enggak ada itu (bagi-bagi alat elektronik dan peralatan kantor),” kata mantan Pj Wali Kota Metro ini.

Kata dia, di tahun sebelumnya belum pernah ada ‘bagi-bagi’ peralatan elektronik dan peralatan kantor untuk media.

“Tanya Rudi aja, ” ucap Mantan Pj Bupati Pesisir Barat ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini