Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim saat mengendarai kereta kencana  dalam festifal Budayo Lappung Bumei Tuwah Bepadan di Lampung Timur Minggu (14/5/2017)

S

GERBANGREPUBLIK.COM (Lampung Timur) – Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim berserta rombongan diarak menuju Balai Kencana Adat yang terletak dipelataran halalaman Pemda Lampung Timur tempat dilaksanakannya Festival Budayo Lappung Bumei Tuwah Bepadan Kabupaten Lampung Timur Tahun 2017, Minggu (14/05/2017).

Dengan mengendarai kereta kencana, Chusnunia Chalim bersama Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Timur, Putri Ernawati, dikawal oleh sekitar delapan puluhan orang pesilat dari Perguruan Pencak Silat Kuttau Lampung yang dipimpin langsung oleh Nardewan selaku Guru Besarnya.

Rombongan yang terdiri dari Wakil Bupati Lampung Timur, Zaiful Bokhari, DPRD Lampung Timur, Kapolres Lampung Timur, AKBP Harseno, S.I.K, Kajari Lampung Timur, Hartawi, S.H., M.H.,    Pengadilan Negeri Sukadana, Syarifudin, S.H., M.H., Dandim 0411/Lampung Tengah, Letkol Inf. Jajang Kurniawan, S.I.P., Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur, Syahrudin Putera, S.Sos., M.M., Forkopimda dan Forkopimca juga bergerak mengiringi kerata kencana menuju tempat yang juga merupakan acara pemberian gelar adat tersebut.

Rangkaian acara yang terdiri dari Ngarak Adat, Peghughuk Temui, Tarei Singeh Penguten, Sirih Pinang, Tarei Penglaku, Tarei Abung Siwo Migo, Tarei Mulei Meghanai, Tarei Turun Mandey, Tarei Tuho, Tarei Penerapan Adek dipimpin langsung oleh Suttan Juragan Suttan selaku Ketua Panitia Festival Adat Budaya Lampung sekaligus perwakilan dari Buay Nuban.

Dalam acara tersebut selain Chusnunia yang mendapatkan gelar adat sebagai Ratu Pemangku Bumei Tuwah Bepadan dan Zaiful Bokhari sebagai Rajo Penata Bumei Tuwah Bepadan juga diberikan gelar adat kepada Hi. Ali Johan Arif, S.E., M.Si., sebagai Suttan Turunan Brajo Nato, AKPB Harseno, S.I.K., sebagai Suttan Sembahen Sip Mergo, Hartawi, S.H., M.H., sebagai Suttan Bintang Pangiran, Syarifudin, S.H., M.H., sebagai Suttan Pangiran Sebuay Subing, Letkol Inf. Jajang Kurniawan, S.I.P., sebagai Suttan Ratu Melinting dan Syahrudin Putera, S.Sos., M.M., sebagai Suttan Pembantu Adat.

Pada kesempatan tersebut Chusnunia mengungkapkan bahwa dalam konteks begawi, persaudaraan disebut dengan Mewarei. Sehingga Mewarei menjadi spirit baru dalam kehidupan bermasyarakat, agar tercipta iklim masyarakat yang sejuk, damai dan tidak menebar kebencian.

Lebih lanjut, disinggung tentang adanya kemungkinan Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Lampung Timur untuk diwajibkan berbahasa Lampung,
Chusnunia menjelaskan, “Ya, kita mengarah kesana. Jadi, saya kira dengan segala keterbatasan yang ada, meskipun saya juga perlu banyak belajar lagi, tetapi niatan kearah sana dan saya kira ini akan memacu kita terus belajar,”ungkapnya.

“Jadi setahun saya disini, merasakan perkembangan. Kalau dulu saya nggak terlalu paham sama sekali, sekarang sudah lumayan paham,” tambah Bupati Lampung Timur itu.

Terpisah, Kabag Humas Setdakab Lampung Timur, Arli Rasyid mengatakan bahwa “pada dasarnya Festival Begawi Adat Lampung 2017 ini, selain merupakan salah satu dari rangkaian Paket Kalender Wisata 2017, juga merupakan wahana untuk melestarikan Adat Budaya Lampung yang terdiri dari sembilan kebuayan atau lebih dikenal dengan Siwo Migo,” jelasnya.( sabuai)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini