GR.(GEDUNGTATAAN) – Kaukus Perempuan Perlemen (KPP) RI Kabupaten Pesawaran menghadiri Konsolidasi Nasional III yang diadakan KPP RI di gedung Nusantara V komplek DPR RI Jakarta 16-17 November 2017 lalu.
Peserta terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesawaran yang tergabung dalam Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) RI .
Ketua KPP Pesawaran Dra.Hj.Erlinda Widiastuti, M.Pd.I mengatakan, Kaukus Perempuan Parlemen merupakan sebuah perkumpulan bagi wanita parlemen, dimana anggotanya hanya wanita yang duduk menjadi anggota dewan.
“KPP adalah perkumpulan wanita yang duduk di parlemen, untuk DPRD Pesawaran sendiri seluruh anggota KPP hadir dalam acara konsolidasi Nasional ke III ini karena dalam acara kali ini dibahas tentang strategi berpolitik menyongsong pemilu legislatif 2019 mendatang,” kata dia, sabtu (18/11/2017) melalui sambungan seluler.
Ditambahkannya, konsolidasi nasional kali ini menitik beratkan tentang keikutsertaan perempuan di parlemen setidaknya 30% keterwakilan kaum perempuan dalam parlemen tersebut.
“Disana (konsolidasi-red) kita banyak membahas tentang strategi kaum perempuan dalam berpolitik sehingga target 30% keikutsertaan perempuan di parlemen bisa terwujud,” jelasnya.
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini berharap, dengan turut sertanya seluruh legislator wanita DPRD Pesawaran dalam Konsolidasi Nasional kali ini mampu memotivasi seluruh kader wanita agar bisa lebih maksimal dalam berjuang memenangkan pemilihan umum (pemilu) 2019 mendatang.
“Banyak pelajaran yang bisa dipetik pada konsolidasi kali ini, karena selain membahas strategi dalam menyongsong pemilu mendatang kami juga banyak belajar tentang bagaimana berpolitik tanpa harus melakukan pelanggaran terutama pada masa kampanye,” tambahnya.
“Yang terpenting konsolidasi ini menguntungkan kaum perempuan karena membahas juga tentang cara berpolitik yang baik sehingga kaum perempuan bisa bersaing dengan politisi laki laki,” pungkas Erlinda.
Konsolidasi Nasional III KPP RI kali ini mengusung tema “Meningkatkan representasi politik perempuan pada pemilu 2019” dan diikuti ribuan peserta legislator wanita dari seluruh Indonesia. (Randy)



















