lampungmedia.id, Bandar Lampung – Tak ingin hanya menunggu laporan di balik meja, Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana kembali turun langsung ke lapangan memantau titik-titik rawan banjir, Minggu (26/1). Bersama jajaran Pemkot, Eva meninjau kawasan Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Bumi Waras, serta permukiman padat di sekitar Pura Way Lunik—dua wilayah yang terdampak parah akibat banjir pada 17 Januari lalu.

Fokus utama pemantauan kali ini adalah mengungkap penyebab banjir dan mencari solusi cepat. Dari pantauan di lapangan, Eva menemukan sejumlah penyumbatan aliran air dan penyempitan gorong-gorong akibat aktivitas perusahaan yang mengabaikan alur sungai dan sistem drainase.

“Alhamdulillah kita sudah melihat langsung titik-titik sumbatan dan penyempitan jembatan gorong-gorong. Beberapa talud yang rusak juga akan segera diperbaiki,” ujar Eva Dwiana di sela peninjauan.

Seruan Tegas ke Perusahaan dan Balai Wilayah Sungai

Eva tidak segan meminta tanggung jawab dari pihak swasta yang dinilai berkontribusi terhadap penyempitan aliran air. Ia berharap semua pihak, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji–Sekampung, ikut berperan aktif dalam mengantisipasi bencana lanjutan.

“Kami minta perusahaan dan balai untuk bekerja sama, karena kalau aliran air tersumbat, yang terdampak adalah warga. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Langkah Cepat: Pengerukan & Pelebaran Aliran

Pemerintah Kota langsung mengambil tindakan nyata. Di antaranya pengerukan sedimen, pelebaran sungai, dan perbaikan infrastruktur seperti gorong-gorong dan talud.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka pendek untuk memperlancar aliran air, serta jangka panjang dalam merestorasi wilayah bantaran sungai agar lebih aman dan tahan bencana.

Banjir Lampung: Skala Dampak dan Respons

Banjir yang melanda Bandar Lampung pada 17 Januari 2025 merupakan salah satu yang terbesar dalam satu dekade terakhir:

  • 14.160 rumah terdampak,

  • 11.223 jiwa terpaksa mengungsi,

  • 2 korban jiwa tercatat meninggal dunia.

Kecamatan Bumi Waras, Panjang, dan Teluk Betung termasuk wilayah terdampak terparah. Pemerintah Provinsi dan BBWS Mesuji–Sekampung sebelumnya telah melakukan normalisasi di Way Bako, namun Way Lunik masih menunggu alokasi anggaran pusat untuk penanganan lanjutan.


Penutup: Pemkot Siap Hadapi Musim Hujan

Eva Dwiana memastikan bahwa Pemerintah Kota Bandar Lampung tidak tinggal diam. Perbaikan sistem drainase, edukasi warga, serta penataan ulang kawasan rawan banjir akan terus dilakukan.

“Banjir bukan hanya soal curah hujan, tapi juga soal kesadaran dan tanggung jawab semua pihak. Kita harus kerja bersama, bukan saling lepas tangan.”

Dengan langkah tegas dan respons cepat, Pemkot berharap kejadian serupa tidak lagi terulang, dan warga Bandar Lampung dapat merasa aman saat musim hujan tiba.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini