lampungmedia.id, Bulan Ramadhan telah tiba, gegap gempita semangat dalam menjalankan ibadah meningkat. salahsatu momentum kegiatan ramadahan selain puasa, shalawat tarawih, biasanya adalah kuliah tujuh menit (kultum) yang disampaikan di mimbar ibadah. berikut 5 judul kultum menarik yang bisa dijadikan bahan :
1. RAMADHAN: BULAN PELATIHAN MENUJU TAKWA
Salam Pembuka dan Shalawat
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Takwa berarti menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dengan berpuasa, kita tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari segala yang dilarang Allah, termasuk perkataan kotor, amarah, dan perbuatan maksiat.
Ramadhan adalah madrasah yang melatih kita untuk menjadi lebih baik. Kesabaran dalam menahan lapar dan haus mengajarkan kita tentang pengendalian diri. Ibadah yang kita lakukan, seperti shalat malam dan membaca Al-Qur’an, membentuk kebiasaan baik yang harus kita pertahankan setelah Ramadhan berakhir.
Maka dari itu, jangan sampai kita hanya sekadar berpuasa secara fisik, tetapi gagal meraih derajat takwa. Mari kita gunakan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas iman dan amal kita.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-Nya yang bertakwa dan menjadikan Ramadhan ini sebagai titik perubahan menuju kebaikan. Aamiin.
Salam Penutup
2. KEUTAMAAN BERSEDEKAH DI BULAN RAMADHAN
Salam Pembuka dan Shalawat
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari & Muslim)
Hadits ini menunjukkan betapa besar keutamaan sedekah di bulan Ramadhan. Amal kebaikan yang kita lakukan di bulan ini dilipatgandakan pahalanya. Sedekah juga bisa menjadi penyuci harta dan hati kita, serta sebagai wujud kepedulian kepada sesama.
Bentuk sedekah sangat beragam, tidak hanya berupa uang, tetapi juga makanan berbuka, bantuan kepada fakir miskin, bahkan senyuman yang tulus. Jika kita tidak mampu bersedekah dalam bentuk materi, kita bisa bersedekah dengan tenaga, waktu, atau ilmu yang bermanfaat.
Maka dari itu, mari kita perbanyak sedekah di bulan yang penuh keberkahan ini. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita orang-orang yang dermawan. Aamiin.
Salam Penutup
3. MENJAGA LISAN DI BULAN RAMADHAN
Salam Pembuka dan Shalawat
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh dari lapar dan hausnya.” (HR. Bukhari)
Hadits ini mengingatkan kita bahwa puasa bukan hanya soal menahan makan dan minum, tetapi juga menahan lisan dari berkata buruk. Apa gunanya menahan lapar, jika kita masih suka berbohong, bergunjing, atau menyakiti orang lain dengan perkataan kita?
Lisan adalah salah satu nikmat terbesar yang bisa menjadi jalan menuju surga atau neraka. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan bulan Ramadhan ini untuk melatih diri agar lebih berhati-hati dalam berbicara. Jika tidak bisa berkata baik, lebih baik kita diam.
Semoga kita semua mampu menjaga lisan dan menjadi pribadi yang lebih baik setelah Ramadhan ini. Aamiin.
salam Penutup
4. MALAM LAILATUL QADAR: KEUTAMAAN DAN CARA MERAIHNYA
Salam Pembuka dan Shalawat
Allah ﷻ berfirman:
“Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Itu berarti beribadah pada malam ini sama dengan ibadah selama lebih dari 83 tahun! Oleh karena itu, jangan sampai kita melewatkan malam yang luar biasa ini.
Bagaimana cara meraih Lailatul Qadar?
- Perbanyak ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir.
- Perbanyak doa, terutama doa yang diajarkan Nabi: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
- I’tikaf di masjid, jika memungkinkan, untuk fokus beribadah di sepuluh malam terakhir.
Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar. Aamiin.
Salam Penutup
5. HIKMAH IDUL FITRI: KEMBALI KE FITRAH
Salam Pembuka dan Shalawat
Allah ﷻ berfirman:
“Dan agar kamu menyempurnakan bilangan (puasa) dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Hari Idul Fitri bukan sekadar hari kemenangan, tetapi juga momen kita kembali ke fitrah. Selama sebulan kita telah melatih diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, lebih dermawan, dan lebih taat kepada Allah. Jangan sampai semua kebiasaan baik ini hilang begitu saja setelah Ramadhan.
Salah satu tanda diterimanya amal puasa kita adalah jika setelah Ramadhan kita menjadi pribadi yang lebih baik. Mari kita jaga semangat ibadah ini sepanjang tahun.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita hamba yang bertakwa. Aamiin.
Salam Penutup



















