Riswan Mura, seorang tukang kayu yang kini mencalonkan diri sebagai bakal calon gubernur (Bacagub) Lampung, adalah sosok yang tidak biasa dalam kancah politik. Namun, dalam kompetisi yang sering kali dipenuhi oleh para politisi kawakan dan elit, figur seperti Riswan dapat menjadi “kuda hitam” yang mengubah dinamika persaingan.
Riswan bukan hanya seorang tukang kayu, ia juga berasal dari keturunan Kerajaan Tulang Bawang di Lampung. Ia mengaku mendapatkan perintah dari leluhurnya untuk melanjutkan perjuangan nenek moyang dalam membangun peradaban yang benar, adil, dan sejahtera tanpa kesenjangan sosial atau diskriminasi. Ini memberikan Riswan landasan moral dan spiritual yang kuat, yang dapat menarik simpati luas dari masyarakat Lampung yang menghargai nilai-nilai tradisional dan sejarah.
Riswan memiliki pengalaman langsung dengan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat kecil. Sebagai pendiri Waroeng Pro Rakyat (WPR) dan Ketua Umum DPP Komisi Pembela Hukum dan HAM, ia telah lama berjuang untuk hak-hak rakyat kecil. Riswan juga aktif dalam sengketa tanah melawan perusahaan-perusahaan besar, termasuk berperkara dengan PTPN VII dan Register 45 Sungai Buaya, di mana ia berhasil mengembalikan tanah-tanah tersebut kepada rakyat untuk pembangunan pertanian, nelayan, UMKM, masjid, dan lembaga pendidikan.
Provinsi Lampung yang penuh kemajemukan memerlukan tokoh pemersatu yang mampu menjembatani berbagai kepentingan politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Riswan, dengan trah kerajaan dan komitmen terhadap nilai-nilai nasionalis dan patriotik, memiliki potensi besar untuk merangkul baik etnis mayoritas maupun minoritas. Sebagai Ketua Generasi Muda Penerus Adat Lampung (Gempal) dan Ketua Umum DPP Perisai Nusantara Bersatu, ia memiliki track record sebagai pemimpin yang inklusif dan berdedikasi.
Riswan menunjukkan keberanian dan keyakinan yang luar biasa. Keputusannya untuk maju dalam Pilgub Lampung 2024 didorong oleh mimpi bertemu dengan Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN, setelah melakukan salat Istikharah. Keyakinan ini, dipadu dengan latar belakang dan visi kerakyatannya, memberikan Riswan daya tarik unik di mata pemilih yang merindukan pemimpin yang tulus dan dekat dengan rakyat.
Salah satu kelebihan Riswan Mura yang penting untuk dihighlight adalah rekam jejaknya yang bersih dari masalah hukum. Tidak adanya catatan negatif terkait hukum menandakan bahwa Riswan adalah figur yang dapat dipercaya dan memiliki integritas. Hal ini memberikan rasa aman bagi pemilih yang mendambakan pemimpin yang jujur dan bebas dari skandal, sebuah kualitas yang semakin langka dalam dunia politik yang sering diwarnai oleh berbagai isu hukum dan korupsi.
Meski modal politik dan finansialnya terbatas, Riswan bisa memanfaatkan simpati publik untuk menggalang dukungan. Tantangan terbesar bagi Riswan adalah bagaimana ia dapat memperluas jangkauan dukungan ini ke seluruh provinsi Lampung. Namun, dukungan dari akar rumput dan komitmennya pada keadilan sosial bisa menjadi kekuatan penyeimbang melawan dominasi politik tradisional.
Riswan Mura, dalam Pilgub Lampung 2024 mendatang, menghadirkan harapan bagi perubahan yang autentik. Dengan latar belakang keturunan kerajaan, pengalaman akar rumput, dan visi kerakyatan yang jelas, ia menawarkan alternatif yang segar bagi pemilih Lampung. Jika mampu menggalang dukungan dan memanfaatkan simpati publik, Riswan memiliki peluang besar untuk menjadi kejutan besar dalam kontestasi politik ini.
Penulis : wahyuagungpp ( penikmat demokrasi, tinggal di Natar, Lampung Selatan)




















