lampungmedia.co, Internasional – Nasib malang menimpa Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial F yang diculik, disiksa, dan disekap selama 10 hari di wilayah Penang, Malaysia, pada awal September 2023.

F — seorang wanita berusia 36 tahun asal Medan ini, diduga menjadi korban penculikan lantaran suaminya di Indonesia gagal membayar utang kepada rekan bisnisnya di Malaysia.

Dikutip dari The Star, Kepala Polisi Negara Bagian Penang, Datuk Khaw Kok Chin, mengatakan penculikan F terungkap oleh laporan suaminya ke polisi, pada Jumat (15/9). Suami F baru melaporkan kasus ini sekitar seminggu setelah sang istri menghilang.

Di hadapan polisi, pria berusia 47 tahun itu mengaku para tersangka meminta uang tebusan sebesar RM 540 ribu (Rp 1,7 miliar) demi pembebasan istrinya.

Berdasarkan laporan sang suami, kata Khaw, sebelum diculik, F sedang berlibur di Paya Terubong, George Town, Penang, bersama tiga teman wanitanya.

“Dia mengeklaim bahwa istrinya diculik pada tanggal 7 September ketika dia sedang berlibur di George Town bersama tiga temannya,” ujar Khaw dalam konferensi pers, pada Jumat (22/9).

F semula diculik di Paya Terubong sebelum dibawa ke Butterworth dan disekap di sana — dua wilayah ini terletak di Penang. Adapun F sempat dipindahkan ke beberapa lokasi berbeda agar keberadaannya tidak mudah dilacak.

Tiga teman F, sambung Khaw, dibebaskan tanpa cedera oleh para tersangka di tengah jalan. Namun, nasib bertolak belakang menimpa F — dia justru disekap berhari-hari di lokasi berbeda dan disiksa oleh para penculiknya yang terdiri lebih dari 10 orang.

“Korban dikurung selama tiga hari di Butterworth, empat hari di Puchong dan tiga hari di Shah Alam,” ungkap Khaw.

Kepolisian Penang berhasil menangkap 14 tersangka dalam operasi khusus yang dinamakan Ops Scorpion Rantai — menyusul laporan suami F kepada Kepolisian Bandar Kinrara.

“Dia akhirnya diselamatkan dari sebuah rumah di Shah Alam setelah suaminya melapor ke polisi,” jelas Khaw. .

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini