lampungmedia.id, BANDAR LAMPUNG – Audiensi antara Serikat Buruh Migran dan Informal Indonesia (Sebumi) Lampung dan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung pada 25 November 2025 berlangsung hangat, konstruktif, dan penuh komitmen. Rombongan Sebumi yang dipimpin Ketua Ali Suryatno, didampingi Sekretaris Jauhari dan para kepala bidang, diterima langsung oleh H. Ahmad Fauzi, S.E., M.M di kantor BP3MI Lampung, Jalan Untung Suropati, Bandar Lampung.
Pertemuan tersebut menciptakan kesan positif. Ahmad Fauzi menunjukkan komitmen kuat BP3MI dalam menjaga keselamatan dan martabat Pekerja Migran Indonesia. Sementara itu, Ali Suryatno memperlihatkan keseriusan Sebumi sebagai organisasi yang membela hak buruh migran dan pekerja informal.
Dalam pernyataannya, Ahmad Fauzi menegaskan bahwa PMI harus berangkat melalui jalur resmi untuk memastikan keselamatan dan perlindungan penuh dari negara.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar mematuhi prosedur legal. Jalur ilegal penuh risiko dan merugikan. Edukasi harus dilakukan dengan keteladanan dan keberlanjutan,” tegasnya.
Sekretaris Sebumi Lampung, Jauhari, menyampaikan bahwa Sebumi telah memperluas jangkauan advokasi hingga ke desa-desa.
“Sebumi sudah membuka posko-posko pendampingan di setiap desa di Kabupaten Pesawaran, Pringsewu, dan sejumlah desa di Lampung Timur. Posko ini melayani konsultasi, penyuluhan, dan advokasi bagi calon PMI dan pekerja informal, agar mereka memahami prosedur resmi dan terlindungi dari praktik ilegal,” jelas Jauhari.
Ketua Sebumi Lampung, Ali Suryatno, menambahkan bahwa pihaknya siap memperkuat kerja sama dengan BP3MI.
“Kami akan terus bersinergi dengan BP3MI untuk mengedukasi masyarakat, memperluas jaringan perlindungan, dan membela hak-hak buruh migran serta pekerja informal. Posko-posko desa menjadi fondasi penting bagi gerakan ini,” ujarnya.
Audiensi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kerja kolaboratif antara BP3MI dan Sebumi Lampung dalam meningkatkan edukasi, mencegah pemberangkatan ilegal, dan memastikan perlindungan Pekerja Migran Indonesia hingga ke level desa.

















