lampungmedia.id, Lampung Selatan – Warga Desa Haduyang, Kecamatan Natar, Lampung Selatan digemparkan oleh penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di aliran sungai Dusun Kroya. Korban diketahui merupakan seorang pegawai koperasi yang sempat dilaporkan hilang sejak akhir pekan lalu. Peristiwa ini memicu kemarahan warga hingga berujung pada aksi massa yang membakar rumah salah satu warga yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
Sabtu, 26 Juli 2025 — Korban Dilaporkan Hilang
Korban, Pandra Apriliadi (21), warga Lampung Utara yang bekerja sebagai pegawai koperasi, diketahui berpamitan kepada keluarga untuk melakukan penagihan ke sejumlah nasabah di wilayah Natar, Lampung Selatan.
Sekitar pukul 20.00 WIB, Pandra sempat melakukan video call dengan pacarnya selama 10 menit, yang menjadi komunikasi terakhir sebelum ponselnya tidak lagi bisa dihubungi. Sejak saat itu, motor, ponsel, dan keberadaan Pandra tidak diketahui.
Kamis, 30 Juli 2025 — Mayat Ditemukan Mengapung
Pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB, warga Dusun Kroya menemukan jasad seorang pria mengapung di sungai. Korban mengenakan jaket merah dan celana jeans biru, dengan posisi tangan terlipat di dada. Warga segera melaporkan temuan tersebut ke Polsek Natar.
Tak berselang lama, keluarga datang ke lokasi dan memastikan bahwa korban adalah Pandra Apriliadi, yang telah dilaporkan hilang selama empat hari terakhir. Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi dan autopsi.
Kamis Siang — Massa Emosi, Rumah Nasabah Dibakar
Setelah informasi korban tersebar, warga mendatangi rumah salah satu nasabah yang terakhir kali didatangi korban, yaitu Salam (Sa), seorang pedagang siomay keliling. Rumah tersebut berada tidak jauh dari lokasi penemuan mayat.
Diduga karena kekecewaan dan kemarahan, massa membakar rumah Salam sebanyak tiga kali. Sempat dipadamkan oleh warga, api kembali membesar hingga seluruh rumah habis dilalap api. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini karena rumah dalam keadaan kosong.
Kamis Sore — Terduga Pelaku Ditangkap
Pihak kepolisian bergerak cepat dengan mengamankan Salam (Sa) yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan. Ia diamankan di tempat persembunyian dan langsung dibawa ke Mapolres Lampung Selatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Lampung Selatan, AKBP Toni Kasmiri, melalui Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari Yuyun, membenarkan penangkapan tersebut namun belum merinci motif dan kronologi pembunuhan karena penyidikan masih berlangsung.
Jumat, 31 Juli 2025 — Penyelidikan Berlanjut
Polisi melakukan olah TKP lanjutan, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi termasuk pihak keluarga korban, rekan kerja, dan warga sekitar rumah Salam. Tim forensik juga masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.
Sementara itu, suasana di Desa Haduyang berangsur kondusif meski aparat kepolisian tetap berjaga untuk menghindari potensi aksi lanjutan dari warga.
Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat Lampung karena menyentuh persoalan keamanan kerja lapangan dan rasa keadilan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat hukum, serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
“Kami mengerti emosi masyarakat, tapi kami mohon untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan hukum kepada kami. Semua proses akan dilakukan secara profesional dan transparan,” ujar Kabid Humas Polda Lampung.

















