lampungmedia.id, Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) buru-buru melakukan perbaikan talud yang ambruk akibat bencana banjir pada 17–18 Januari. Kepala Dinas PU, Dedi Sutiyoso, menyatakan renovasi diprioritaskan di sejumlah titik kritis di pemukiman warga atas arahan langsung Wali Kota Eva Dwiana.

“Bunda Eva memerintahkan kami untuk keliling, memperbaiki talud yang rusak. Perbaikan dilakukan sejak Minggu (19/1), ada yang sudah selesai dan ada yang masih dalam proses,” ujar Dedi di kantornya, Kamis (23/1).


Pengangkatan Sedimen dengan Alat Berat Masih Dilakukan

Dedi menambahkan, personel Dinas PU saat ini juga tengah menyingkirkan endapan lumpur dan sedimen pascabanjir menggunakan alat berat di area-area seperti Kecamatan Teluk Betung Selatan. “Ibu Walikota meminta upaya ini agar sedimentasi tidak mempersempit aliran air, sehingga risiko banjir susulan dapat diminimalkan,” paparnya.


Penanganan Fokus di Area Pemukiman Rawat Warga

Talud yang diperbaiki terletak langsung di sekitar pemukiman warga—di antaranya:

  • Jalan Raden Intan, samping BRI Kel. Tanjung Karang;

  • Jalan H. Syarif, Kel. Kali Balau Kencana;

  • Jalan Ikan Baung Gg. Damai RT 28, Bumi Waras;

  • Jalan Ikan Terbang, Kel. Gunung Kunyit;

  • Jalan Moh. Salim, Kel. Way Lunik, Panjang.

Lebih dari 30 titik lainnya, termasuk Jalan Kepayang, Pulau Singkep, Yos Sudarso, dan berbagai gang di Panjang, kini masuk daftar perbaikan. Dedi berharap setelah talud diperkuat, pemukiman warga akan lebih aman saat hujan deras datang.


Upaya Infrastruktur Disambut Respons Masyarakat Positif

Menurut liputan Antara News yang dirangkum oleh SuaraLampung.id, pemulihan pascabanjir kini mencakup pengerukan sungai dan pemulihan drainase. Media Merdeka juga menyebutkan kegiatan perbaikan talud serta instalasi bronjong di beberapa daerah rawan dilakukan serentak agar sistem saluran air kembali optimal.


Langkah Lanjutan dan Pencegahan Banjir Masa Depan

Pemerintah daerah berencana melanjutkan pemantauan titik-titik kritis dan memperluas perbaikan drainase serta bronjong. Menurut Dedi, program ini bukan sekadar penanganan pascabanjir, melainkan bagian dari program besar mitigasi bencana.

Sekretaris Daerah Iwan Gunawan mengimbau warga menjaga kebersihan saluran air serta tidak membuang sampah sembarangan. Hal ini sangat krusial agar talud dan drainase tetap berfungsi dengan baik saat curah hujan meningkat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini