lampungmedia.co, Bali – Basarnas berhasil menemukan Ramandika Noptio Parery (25) yang dilaporkan tenggelam di Pantai Double Six, Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Senin (18/12) pukul 17.00 WITA kemarin.
Mahasiswa pecinta alam (mapala) asal Jakarta ini ditemukan tewas terdampar pada posisi tak jauh dari lokasi kejadian, pada Selasa (19/12) pukul 23.50 WITA.
“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dan dievakuasi ke RSUP Prof IGNG Ngoerah,” kata Kepala Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya, Rabu (20/12).
Kasus ini bermula saat korban bersama kelompok pecinta alam tiba di Pantai Double Six, sekitar pukul 15.00 WITA. Beberapa orang dari rombongan ada yang berenang, duduk di pasiran dan bangku kafe di area Pantai Double Six.
Korban bersama temannya bernama Hermawan berenang ke tengah laut dengan jarak sekitar 50 meter dari pinggir pantai. Hermawan lalu melihat ombak besar mulai datang.
Selain itu, Hermawan merasakan kakinya sudah tidak menapak di pasir dan ombak mulai menyeretnya ke tengah laut. Hermawan dan korban lalu memutuskan kembali ke pinggir pantai.
Hermawan berjalan menuju ke tepian tanpa menoleh ke belakang mengecek keadaan korban. Hermawan kaget bukan kepalang saat tiba di tepi pantai, korban sudah tidak ada di belakangnya.
“Setelah di tepian saksi Hermawan baru menoleh ke belakang untuk melihat korban namun ternyata korban sudah tidak terlihat lagi,” katanya.
Hermawan lalu meminta pertolongan kepada penjaga pantai dan pihak kepolisian. Hermawan juga menyampaikan kabar duka cita ini kepada keluarga korban.
Menurut Sukadi, korban tiba bersama kelompok pecinta alam dengan mobil Hiace di Pulau Dewata pada Rabu (13/12) lalu. Rombongan sempat melakukan perjalanan ke Desa Amed di Kabupaten Karangasem, Desa Nusa Penida di Kabupaten Klungkung.
Korban dan rombongan juga sempat mengunjungi Pantai Pandawa dan Pantai Melasti yang terletak di Kabupaten Badung.
Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com




















