lampungmedia.co, Jakarta – Polda Metro Jaya menelusuri informasi viral seorang nasabah pinjaman online AdaKami yang diduga bunuh diri lantaran tidak tahan diteror debt collector.

Dirreskrimsus Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan, penyidik telah memintai keterangan dari admin akun X atau Twitter yang mengunggah informasi tersebut.

“Bahwa admin mendapatkan informasi dari teman sepupu dari korban yang meninggal bunuh diri yang dimaksud,” ujar Ade dalam keterangan tertulis, Kamis (21/9).

Ade menuturkan, tak banyak informasi yang didapat admin tersebut. Ia mengaku hanya mengetahui korban merupakan warga Baturaja, Sumatera Selatan.

“Didapatkan informasi dari admin Twitter bahwa korban yang meninggal bunuh diri tersebut berdomisili di Baturaja, Provinsi Sumatera Selatan,” terang Ade.

Ade mengatakan, penyidik telah menyarankan kepada admin tersebut untuk menyampaikan ke keluarga korban agar membuat laporan ke kantor polisi terdekat.

Kasus korban AdaKami diunggah akun X @rakyatvspinjol. Dijelaskan, korban berinisial K tersebut berjenis kelamin laki-laki dan memiliki seorang anak balita perempuan berusia 3 tahun. Korban bunuh diri sekitar Mei 2023.

Diceritakan, saat K sulit membayar tunggakan dan telat membayar, teror dari debt collector AdaKami berdatangan. Teror pertama menyebabkan korban dipecat dari kantornya. DC Adakami terus menerus menelepon ke kantor korban yang akhirnya mengganggu kinerja operator telepon.

Pihak keluarga mengangkat telepon yang terus menerus meneror K setelah K meninggal. Orang tersebut mengaku dari pihak AdaKami. Teror debt collector masih terus berlanjut dan masih terus mengirimkan order fiktif Gofood ke rumah korban meskipun korban sudah meninggal dunia.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halmaan resmi Kumparan.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini