lampungmedia.co, Jawa Tengah – Polisi masih mendalami temuan mayat perempuan berseragam pramuka di Pemalang, Jawa Tengah. Diduga korban tewas akibat kekerasan benda tumpul dan dibekap sehingga mati lemas.

“Hasil autopsi meninggal karena kekerasan tumpul pada kepala mengakibatkan pendarahan otak dan bekap yang mengakibatkan mati lemas,” ujar Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Satake Bayu Setianto, Rabu (30/8).

Dia mengatakan, sudah ada 11 orang saksi yang diperiksa terkait kasus ini. Polisi juga masih berusaha mengungkap siapa pelakunya.

“Kasusnya masih dalam pendalaman untuk mengungkap pelakunya. Sudah ada 11 saksi yang diperiksa,” ujar dia.

Polda Jawa Tengah juga ikut menyelidiki kasus ini untuk proses pengungkapan. Termasuk mendalami lewat Teknologi Informasi (IT).

“Polda Jateng bantu backup untuk kasus tersebut termasuk IT-nya,” kata Satake.

Diberitakan sebelumnya, sesosok mayat perempuan ditemukan mengambang di aliran sungai area tambak Desa Blendung, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Selasa (22/08). Mayat tanpa identitas itu masih mengenakan seragam pramuka.

Belakangan identitas mayat itu terkuak, korban merupakan seorang perempuan berinisial RI (20) warga Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan. Keluarga hilang kontak dengan RI sejak Minggu (20/8) malam.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini