lampungmedia.co, Bandarlampung – Peringatan hari buruh internasional (May Day) di Lampung diramaikan 600 buruh yang menggelar aksi aksi di lapangan Kantor Pemerintahan Provinsi Lampung, Senin, 1 Mei 2023. Dalam aksi itu, para pekerja mengajukan 10 tuntutan untuk direalisasikan pemerintah.

Kapolresta Bandar lampung, Kombes Ino Harianto, mengatakan ada 600 buruh yang melakukan aksi massa secara tertib dan aman.

“Kegiatan berjalan dengan baik, aman, lancar, dan tertib. Semua aspirasi yang disampaikan dengan tertib dan ditindaklanjuti dengan bertemu bersama Kepala Dinas Lampung,” kata Ino.

Pihaknya turut mengawal aksi kali itu dengan menerjunkan 500 personel. Sementara buruh yang turun ke jalan terdiri dari elemen buruh dan mahasiswa guna menyampaikan aspirasi.

Sementara itu, Ketua KSPI Lampung, Sulaiman Ibrahim, mengatakan aksi buruh itu bentuk perlawanan dari para buruh atas banyak pelanggaran yang dilakukan perusahaan tempat mereka bekerja.

“Kami harus terus melawan untuk menyuarakan keresahan buruh, penegakkan aturan, jangan lagi ada pelanggaran. Kami juga (buruh) bisa melawan jika ada ketidakadilan,” kata Sulaiman.

Dalam aksi itu, buruh menyampaikan 10 poin tuntutan, yaitu

  1.  Tolak Omnibuslaw
  2. Cabut Perpu Cipta Kerja
  3. Cabut Permenaker No. 5 Tahun 2023
  4. Hapus sistem kerja kontrak dan outsourcing
  5. Tolak politik upah murah
  6. Hentikan PHK
  7. Stop unionbusting
  8. Wujudkan perlindungan sosial transformatif bagi rakyat.
  9. Hentikan represivitas buruh Myanmar
  10. Pekerjakan kembali aktivis buruh Coca Cola, Danone Aqua, dan Phillips.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Lampost.co

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini