GERBANGREPUBLIK.COM – ( Tanggamus). Situasi di Pekon Sanggi, Kecamatan Bandar Negeri Semoung (BNS), Kabupaten Tanggamus, Lampung sudah berangsur kondusif usai peristiwa penganiayaan yang berujung tewasnya Mat Supi (37).
Mulai kondusifnya situasi di Pekon Sanggi ini disampaikan Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si. “Meski sempat ada ketegangan antara keluarga korban dan pelaku, pihak kepolisian sudah bereaksi cepat meredamnya,” ujar AKBP Alfis Suhaili, Senin (18/9/17) sore.
Menurut Alfis kondusifitas pasca penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Suhardi (45) di Dusun Banding Atas, Pekon Sanggi, Kecamatan Bandar Negeri Semoung, Kabupaten Tanggamus, yang menyebabkan tewasnya Mat Supi (37), Kamis (14/9/17) sekitar pukul 22.00 WIB, didukung peran penting para tokoh di pekon setempat seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.
“Peristiwa penganiayaan terjadi pada Kamis (14/9/17) sekitar pukul 22.00 WIB di halaman rumah warga setempat Turman, bermula cekcok mulut hingga terjadi penganiayaan terhadap korban Mat Supi (37) yang dilakukan oleh Suhardi (45) hingga korban mengalami luka tusuk dibagian perut sebelah kiri” terang Kapolres.
Akibat penganiayaan tersebut, kata Kapolres, korban meninggal dunia di rumah sakit Abdoel Moeloek (RSUAM), Jumat (15/9/17) sekitar pukul 06.25 WIB. “Korban sudah dimakamkan di pemakaman umum supiyama Pekon Sanggi pada hari itu juga,” kata dia.
Selanjutnya, Kapolres, polisi telah mengambil langkah antisipasi dan keluarga korban sudah menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Polres Tanggamus.
“Upaya-upaya yang dilakukan Polres bersama para tokoh, sehingga pada Jumat (15/9/17) jam 01.30 WIB pelaku Suhardi menyerahkan diri ke Polsek Wonosobo selanjutnya dibawa ke Polres Tanggamus untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut”, pungkas Kapolres.(say).



















