lampungmedia.id, Jakarta — Organisasi Islam besar Muhammadiyah tengah bersiap melakukan lompatan besar di sektor keuangan nasional dengan mendirikan Bank Syariah Muhammadiyah (BSM). Inisiatif ini merupakan bagian dari langkah strategis Muhammadiyah untuk menciptakan kemandirian ekonomi berbasis syariah dan memperkuat perputaran dana internal umat secara lebih efisien dan berkelanjutan.
Proses pendirian bank saat ini telah memasuki tahap akhir perizinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan diungkapkan bahwa izin operasional diperkirakan akan diterbitkan dalam waktu satu bulan ke depan.
“Iya, sudah diproses. Tidak lama lagi, mungkin sebulan ini sudah keluar,”
ujar Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, dalam konferensi pers di Jakarta.
Prototipe Bank: BPRS Uhamka Jadi Cikal Bakal
Langkah awal pendirian bank dimulai melalui transformasi BPRS Matahari Artha Daya, lembaga keuangan syariah milik Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka), sebagai prototipe operasional awal.
“Kita akan mulai dari BPRS yang sudah ada, kemudian dikembangkan menjadi bank umum syariah yang melayani skala nasional,”
ungkap Mukhaer Pakkanna, Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah.
Muhammadiyah juga tengah mengonsolidasikan 17 BPRS miliknya yang tersebar di berbagai daerah sebagai bagian dari rencana jangka panjang integrasi sistemik dan peningkatan kapasitas modal.
Misi Besar: Ekonomi Umat yang Mandiri
Menurut Mukhaer, salah satu alasan kuat Muhammadiyah membentuk bank sendiri adalah untuk memastikan perputaran dana milik Persyarikatan, amal usaha, dan warganya tetap berada dalam ekosistem Muhammadiyah.
“Kalau di bank lain, bahkan di BSI, kita tidak mendapat perlakuan sebagai nasabah spesial. Maka, lebih baik kita dirikan bank sendiri untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri,”
tegasnya.
Bank Syariah Muhammadiyah akan dirancang untuk:
-
Menyediakan pembiayaan syariah untuk UMKM, amal usaha pendidikan, kesehatan, dan koperasi Muhammadiyah
-
Menjadi pusat keuangan yang tidak hanya komersial, tetapi juga memiliki misi sosial dakwah ekonomi
-
Mendukung pengembangan ekonomi Islam yang inklusif dan partisipatif
Modal, Ekspansi, dan Target Nasional
BSM direncanakan akan memiliki struktur modal awal sekitar Rp100 miliar, dan diarahkan untuk berkembang menjadi bank umum syariah nasional. Rencana ekspansi ke tingkat nasional akan dilakukan secara bertahap, dengan pelibatan jejaring Muhammadiyah dari tingkat pusat hingga ranting di seluruh Indonesia.
Bank ini juga diposisikan untuk menjadi alternatif utama umat Islam yang ingin mendukung gerakan ekonomi umat berbasis syariah, bukan hanya sebagai nasabah, tetapi juga dalam ekosistem sosial ekonomi Muhammadiyah yang lebih luas.

















