lampungmedia.id, Lampung Barat — Sebuah tragedi mengguncang kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat. Seorang petani musiman asal Grobogan, Jawa Tengah, bernama Sudarso (59), ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan, diduga kuat menjadi korban serangan harimau sumatera.

Jasad Sudarso ditemukan oleh warga pada Selasa pagi (27/5) sekitar pukul 09.00 WIB di semak-semak, sekitar 50 meter dari gubuk tempat tinggalnya di Pekon Sukadamai. Saat ditemukan, hanya bagian kepala yang tersisa, sementara bagian tubuh lainnya hilang. Identitas korban dikenali dari potongan pakaian yang ia kenakan .

Menurut Kepala Balai Besar TNBBS, Hifzon Zawahiri, lokasi penemuan jasad Sudarso berada di zona rehabilitasi Register 46B Gunung Sekincau, yang merupakan habitat alami harimau sumatera. Di lokasi kejadian, petugas menemukan jejak kaki dan kotoran harimau yang kini sedang diuji DNA-nya untuk memastikan keterlibatan satwa tersebut.

Sudarso diketahui membuka lahan secara ilegal bersama saudaranya di dalam kawasan hutan TNBBS. Mereka tinggal di gubuk-gubuk terpisah dan beraktivitas di area yang termasuk dalam zona konservasi. Aktivitas perambahan liar seperti ini mempersempit ruang hidup satwa liar dan meningkatkan risiko interaksi berbahaya antara manusia dan satwa .

Tragedi ini menambah panjang daftar konflik antara manusia dan harimau sumatera di Lampung Barat. Sejak Februari 2024 hingga Januari 2025, tercatat lima kasus serupa dengan empat korban meninggal dunia dan satu luka-luka.

Sebagai langkah antisipatif, Balai Besar TNBBS akan memperketat pengawasan serta pemantauan kawasan dengan pemasangan camera trap guna mengidentifikasi pergerakan harimau sumatera secara real-time.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas manusia dan kelestarian habitat satwa liar. Pembukaan lahan ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam keselamatan manusia dan keberlangsungan hidup spesies langka seperti harimau sumatera.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini