lampungmedia.id, Garut — Sebuah insiden tragis terjadi pada Selasa (13/5) siang di kawasan latihan militer milik TNI Angkatan Darat di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ketika proses pemusnahan bahan peledak (handak) berujung ledakan dahsyat. Akibat peristiwa ini, satu orang prajurit TNI dan satu warga sipil dilaporkan meninggal dunia, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan informasi dari Kodam III/Siliwangi, ledakan terjadi sekitar pukul 11.45 WIB saat tim dari Yonzipur (Batalyon Zeni Tempur) sedang melaksanakan prosedur pemusnahan bahan peledak sisa latihan. Prosedur ini merupakan bagian dari standar operasional untuk menjaga keselamatan dan mencegah penyalahgunaan bahan peledak aktif.
Namun, dalam pelaksanaannya, diduga terjadi kesalahan teknis atau kondisi tak terduga yang menyebabkan ledakan lebih besar dari yang diperkirakan. Satu anggota TNI yang terlibat langsung dalam proses pemusnahan tewas di tempat, sementara warga sipil yang berada di area sekitar juga menjadi korban fatal akibat dampak ledakan.
“Ini adalah kejadian yang sangat kami sesalkan. Kami telah membentuk tim investigasi gabungan untuk menyelidiki secara menyeluruh penyebab ledakan. Kami juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban, baik dari pihak militer maupun warga sipil,” ujar Kapendam III/Siliwangi, Kolonel Infanteri Rudi Hartono dalam konferensi pers.
Korban luka saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Slamet Garut. TNI juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian serta pemerintah daerah dalam penanganan pasca-kejadian dan proses identifikasi lanjutan.
Pihak militer menegaskan bahwa prosedur pemusnahan handak selama ini telah mengikuti protokol keamanan yang ketat. Namun demikian, evaluasi menyeluruh akan dilakukan guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Masyarakat sekitar diminta untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi, sembari menunggu hasil resmi dari investigasi yang tengah berlangsung.

















