lampungmedia.id, Bandar Lampung – Hujan deras yang mengguyur Provinsi Lampung dalam beberapa hari terakhir telah mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk Kota Bandar Lampung, Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Mesuji. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung melaporkan bahwa ribuan rumah terendam dan puluhan ribu jiwa terdampak akibat bencana ini.

Di Kota Bandar Lampung, banjir merendam 14 titik lokasi, mengakibatkan 9.425 rumah terendam dan 30.935 jiwa dari 9.588 kepala keluarga terdampak. Selain itu, tiga korban meninggal dunia dilaporkan akibat longsor dan hanyut. Sementara itu, di Kabupaten Pesawaran, 873 rumah terdampak banjir, dan di Kabupaten Lampung Selatan, tiga kecamatan serta empat desa mengalami dampak langsung, dengan satu rumah rusak berat dan ratusan kepala keluarga terdampak. Di Kabupaten Lampung Timur, banjir merendam puluhan rumah dan ratusan hektar sawah di tujuh kecamatan. Banjir rob juga dilaporkan terjadi di Desa Labuhan Permai, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, mengakibatkan enam rumah, kebun, dan jalan desa terendam.

Menanggapi situasi ini, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, memimpin rapat penanganan banjir pada Minggu, 23 Februari 2025, di Kantor BPBD Provinsi Lampung. Rapat tersebut dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fredy, Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dinas terkait lainnya. Wakil Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tim lapangan, dan aktivis lingkungan untuk mempercepat penanganan bencana ini.

Sebagai langkah konkret, Gubernur Lampung telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor G/160/VI.08/HK/2025 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Banjir di Provinsi Lampung selama 14 hari, terhitung mulai 24 Februari 2025. Selain itu, Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan bantuan senilai Rp568 juta untuk warga terdampak banjir di Bandar Lampung dan sekitarnya, yang terdiri dari kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, tenda, dan perlengkapan lainnya.

Untuk mencegah banjir susulan, Pemerintah Provinsi Lampung bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 23 Januari 2025. Operasi ini bertujuan mengurangi curah hujan dengan menyemai garam jenis NaCl di wilayah yang diprediksi mengalami hujan tinggi. Pj. Gubernur Lampung, Samsudin, menyatakan bahwa langkah ini merupakan upaya preventif agar bencana banjir tidak terulang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung memperkirakan bahwa cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai petir dan angin kencang masih akan berlangsung hingga Maret 2025. Koordinator Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Radin Inten II, Rudi Hariyanto, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor, serta terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG.

Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan semua pihak guna memastikan penanganan bencana banjir berjalan efektif dan korban terdampak mendapatkan bantuan secepat mungkin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini