lampungmedia.id, Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri Kunjungan Kerja Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, Menteri Pertanian & Menteri Kelautan & Perikanan (KKP) RI, dalam rangka meninjau pelaksanaan Program Ketahanan Pangan dan Dapur Umum Makan Bergizi (MBG). Kegiatan digelar di Mako Yonif 9 Marinir, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.
Acara dibuka langsung oleh KSAL Laksamana Muhammad Ali dan disambut oleh Komandan Brigade Infanteri 4 Marinir/BS, Kolonel Mar Supriadi Tarigan Rombongan dari Pemerintah Kota didampingi oleh Plt. Asisten Pemerintahan & Kesra, Kadis Pertanian, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Kominfo, serta Kasat Pol‑PP.
Highlight Program Ketahanan Pangan
-
Panen padi siar khusus lahan 500 ha milik TNI AL, termasuk 250 ha yang terakhir dipanen di Lanal Lampung dan Yonif 9 Marinir, dengan hasil panen sekitar 5 ton per hektare.
-
Penanaman melon inthanon seluas 300 m² di green house Mako Brigade Infanteri 4 Marinir/BS.
-
Penanaman 100.000 bibit mangrove di tepi pantai Brigif 4 Marinir/BS.
-
Budidaya ikan bawal bintang sebanyak 5.000 ekor di keramba jaring apung Dermaga Lembing.
-
Penebaran bibit nila dan jelawat (total 20.000 ekor) di kolam Lanal Lampung.
-
Pembagian sembako kepada nelayan, sepanjang jalur menuju Dermaga Caligi.
-
Dapur umum MBG yang siap produksi 3.000 porsi per hari, superfasilitas oleh KSAL untuk mendukung program makan berkualitas bagi anak-anak sekolah dan masyarakat.
KSAL Laksamana Muhammad Ali menyatakan dukungannya penuh terhadap Program MBG sebagai implemen dari Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, pembangunan biru-hijau, dan pemenuhan gizi anak-anak sekolah.
Wali Kota Eva Dwiana mengapresiasi keterlibatan Korps Marinir dalam mendukung ketahanan pangan dan MBG serta menyatakan kesiapan Pemkot Bandar Lampung untuk menyalurkan dukungan teknis dan sosial demi kesuksesan program tersebut.
“Kehadiran Pemkot dalam acara ini menegaskan komitmen kami untuk mendukung program pangan nasional yang sudah sinergis dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan TNI AL,” ujar Wali Kota.
Kunjungan ini menggambarkan kolaborasi lintas kementerian, TNI, dan pemerintah daerah untuk mengatasi krisis gizi dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah setempat. Menurut data, lahan pengelolaan TNI AL seluas 500 ha yang telah menghasilkan, memberi dampak ekonomi dan gizi yang nyata bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, pun terbentuk jejaring kemitraan pusat-daerah yang efektif untuk menjaga kedaulatan pangan demi generasi sehat di masa depan.

















