lampungmedia.id, Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung terus menunjukkan keseriusannya dalam menangani dampak banjir yang terjadi pada 17 Januari lalu. Senin pagi (27/1), Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana kembali memimpin pemantauan langsung ke sejumlah aliran sungai yang meluap saat banjir terjadi, khususnya di wilayah Kecamatan Teluk Betung Timur dan Kecamatan Sukabumi.

Di Kecamatan Teluk Betung Timur, Eva Dwiana menyebut bahwa pihaknya akan membangun puluhan bronjong sebagai langkah penanggulangan dan penguatan struktur bantaran sungai yang rentan longsor dan jebol saat debit air meningkat.

“Ada puluhan bronjong yang akan dibuat oleh Pemkot. Pemasangan bronjong dilakukan secara bertahap mulai tahun ini,” jelas Eva.

Bronjong merupakan konstruksi dari kawat baja berisi batu yang dipasang untuk menahan erosi tepi sungai. Langkah ini dinilai krusial mengingat tingginya kerusakan infrastruktur sungai akibat intensitas hujan ekstrem dan luapan air yang tak terbendung.

Telusuri Penyebab: Sungai Tertutup Panel Beton

Wali Kota yang akrab disapa Bunda Eva ini kemudian melanjutkan peninjauan ke Kecamatan Sukabumi, tepatnya di Kelurahan Way Laga—wilayah yang dikenal padat penduduk dan rawan banjir.

Saat menyusuri aliran sungai di tengah pemukiman, Eva menemukan adanya penyumbatan serius yang disebabkan oleh panel beton milik perusahaan swasta.

“Ini salah satu penyebab banjir. Aliran sungainya tertutup oleh panel milik Perusahaan Putra Bali. Kita akan segera meminta mereka untuk melakukan pembongkaran,” tegasnya.

Langkah ini menunjukkan ketegasan Pemkot dalam menindak pihak-pihak yang menghambat fungsi aliran sungai demi kepentingan komersial.

Embung Jadi Solusi Jangka Panjang

Tak hanya fokus pada tindakan darurat, Eva juga mengungkap rencana strategis jangka panjang dengan membangun embung atau kolam retensi air hujan sebagai upaya pengendalian banjir.

“Kita perlu kerja sama dengan Pak Gubernur untuk rencana pembangunan embung di Pesawaran dan Lampung Selatan. Ini penting untuk menampung air hujan sebelum masuk ke kawasan kota,” tutur Eva.

Pembangunan embung telah terbukti menjadi solusi efektif di berbagai daerah sebagai sarana konservasi air, pengendalian banjir, dan sumber irigasi cadangan.


🧩 Catatan Dampak Banjir dan Respons

Banjir besar yang melanda Bandar Lampung pada 17 Januari 2025 menyebabkan lebih dari 14 ribu rumah terdampak, 11 ribu warga mengungsi, dan 2 korban jiwa. Selain intensitas hujan tinggi, penyebab banjir juga diperparah oleh:

  • Pendangkalan dan penyumbatan sungai,

  • Pembangunan di sempadan sungai,

  • Minimnya area resapan air di kawasan urban.

Pemerintah Kota terus mempercepat program normalisasi, penataan sungai, serta mengedukasi masyarakat untuk menjaga kebersihan drainase lingkungan.

Melalui kombinasi langkah cepat dan rencana jangka panjang, Pemkot Bandar Lampung di bawah kepemimpinan Eva Dwiana menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengatasi banjir saat ini, tapi juga mencegahnya di masa depan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini