lampungmedia.id, Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung terus memperkuat upaya pemulihan pasca-banjir pada 17 Januari 2025, yang melanda sembilan dari 20 kecamatan. Melalui koordinasi antar OPD, BPBD, PU, serta lembaga vertikal dan relawan, Pemkot berhasil memberikan pelayanan cepat dan komprehensif.


1. Evakuasi Cepat dan Pembersihan Lingkungan

Sejak hari pertama banjir, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama Damkar, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan kelurahan telah mengevakuasi warga dalam waktu optimal. Di Teluk Betung Timur, evakuasi dilakukan pada pukul 18.00 dan pembersihan lumpur pada malam hari, papar Agus, warga setempat. “Tim langsung membantu membersihkan rumah kami,” ujarnya, memberikan kesan positif terhadap respons Pemkot.

Menindaklanjuti hal tersebut, BPBD juga menurunkan total lebih dari 2.451 paket bantuan logistik sejak Februari, terutama di rawan terdampak, yang mencakup 16 kecamatan.


2. Penyaluran Bantuan Logistik dan Santunan

Pemkot mendirikan posko di wilayah terdampak sebagai pusat distribusi bantuan. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyerahkan santunan kepada dua ahli waris terdampak bencana serta bantuan logistik senilai Rp888 juta yang mencakup 200 paket sembako bagi warga Teluk Betung Selatan dan Kuripan .

BPJN dan Pemprov Lampung turut berpartisipasi melalui penyaluran sembako, pakaian, dan alat kebersihan kepada warga sebagai wujud sinergi antara pemerintah pusat dan daerah .


3. Pemulihan Infrastruktur Melalui Normalisasi dan Perbaikan

Pemkot melalui Dinas PU melaksanakan normalisasi di 31 titik sungai dan sistem drainase untuk mencegah bencana selanjutnya . Pengerjaan ini meliputi pengerukan sedimentasi, pelebaran, dan pemasangan talud di lokasi kritis seperti Way Awi dan Kalibalau.

BPJN Lampung yang dibackup Pemprov juga meninjau lokasi terdampak dan fokus melakukan pembersihan jalan serta saluran sumbat .


4. Status Kedaruratan dan Dukungan Pendanaan

Pemkot menetapkan Status Kedaruratan melalui SK Wali Kota dan mengajukan status darurat ke pemerintah pusat sebagai dasar percepatan pemulihan. Dana Belanja Tidak Terduga sebesar Rp2 miliar sudah dialokasikan untuk mendukung aksi darurat seperti evakuasi, distribusi bantuan, dan pengadaan peralatan pembersihan .

Provinsi Lampung juga menerima bantuan dari BNPB sebesar Rp250 juta dan logistik seperti perahu karet, pompa, dan paket kebutuhan darurat sebagai bagian dari dukungan pemulihan.


5. Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Mitigasi Jangka Panjang

Upaya pemulihan juga disertai perencanaan mitigasi jangka panjang, berupa pembangunan embung (1,5 – 2 ha) terhadap daerah hulu guna menahan aliran air, serta kolaborasi lintas OPD, TNI–Polri, dan relawan. Komitmen ini sesuai rekomendasi dari Gubernur Lampung dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela, yang telah kunjungi lokasi terdampak untuk evaluasi lanjutan.

Pemulihan pasca-banjir di Bandar Lampung berjalan cepat dan sistematis, mencakup evakuasi, distribusi logistik, dan perbaikan infrastruktur. Pengusulan status kedaruratan, penggunaan dana BTT, serta sinergi dengan Provinsi dan BNPB menunjukkan keseriusan Pemkot dalam mengembalikan stabilitas dan melindungi warga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini