lampungmedia.id, Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung mendapatkan apresiasi dari masyarakat atas langkah sigap dan cepat dalam menangani bencana banjir yang melanda beberapa wilayah pada Jumat, 17 Januari 2025 lalu. Salah satu warga terdampak di Teluk Betung Timur, Agus, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran langsung tim dari Pemkot Bandar Lampung di lokasi banjir.

“Pada Jumat sore sekitar pukul 18.00 WIB, tim dari pemerintah kota datang mengimbau warga untuk mengungsi ke lokasi lebih tinggi. Sekitar pukul 22.00 WIB, tim dari BPBD, Damkar, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta aparatur kecamatan dan kelurahan turun langsung membantu membersihkan lumpur di rumah kami,” ungkap Agus pada Selasa, 21 Januari 2025.

Agus juga menambahkan bahwa kehadiran Ibu Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, di lokasi banjir memberikan semangat bagi warga. “Saya berterima kasih kepada Ibu Wali Kota dan jajarannya yang sudah hadir, memberi bantuan langsung, dan ikut membersihkan rumah kami,” ujarnya.

Menurut Agus, banjir di wilayahnya terjadi selain karena curah hujan tinggi yang berlangsung lama, juga akibat tersumbatnya saluran drainase oleh sampah. Ia mengajak warga untuk lebih peduli menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah kejadian serupa di masa depan.


Pemkot Bandar Lampung Terus Lakukan Tindakan Pemulihan

Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, memastikan bahwa bantuan untuk warga terdampak terus disalurkan hingga situasi kembali normal. “Dari hari pertama bencana hingga hari ini, seluruh tim masih bekerja di lapangan. Pembersihan sisa lumpur, pengangkutan sedimen, hingga penyemprotan disinfektan di pemukiman terus dilakukan,” jelas Iwan.

Berdasarkan laporan BPBD Kota Bandar Lampung, Pemkot telah mendistribusikan lebih dari 100 ton beras cadangan pemerintah, makanan siap saji, selimut, kasur, air mineral, serta perlengkapan bayi dan dapur umum di titik-titik pengungsian. Penyaluran ini difokuskan pada wilayah-wilayah terdampak terparah seperti Teluk Betung Timur, Panjang, Sukarame, dan Rajabasa.


Koordinasi Lintas OPD, TNI, Polri, dan Relawan

Penanganan banjir ini melibatkan sinergi berbagai pihak, di antaranya BPBD Kota Bandar Lampung, Dinas Pekerjaan Umum, Damkar, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, hingga aparat TNI dan Polri. Tim TRC BPBD mengevakuasi beberapa keluarga di Panjang dan Rajabasa, dengan proses evakuasi berlangsung kurang dari 10 menit sejak laporan diterima. Selain evakuasi, tim juga menyalurkan bantuan logistik langsung ke rumah-rumah warga terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Wakhidi, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan ini. “Kami belajar dari kejadian sebelumnya. Alhamdulillah, semua berjalan sesuai SOP, cepat dan tepat,” ujarnya.

Polda Lampung, melalui jajaran Polresta Bandar Lampung, turut membantu pengamanan dan mengatur lalu lintas selama proses evakuasi. Sementara itu, TNI menurunkan personel untuk membantu pembersihan lingkungan dan distribusi bantuan.


Percepatan Normalisasi Drainase dan Sungai

Selain tindakan tanggap darurat, Dinas PU Kota Bandar Lampung mempercepat normalisasi 31 titik sungai dan drainase yang tersumbat lumpur dan sampah. Kegiatan ini menjadi prioritas pascabencana untuk mencegah banjir susulan. “Pengerukan, pelebaran, dan pemasangan talud kami lakukan segera, terutama di sungai Kalibalau, Way Awi, dan Way Kuripan,” ungkap Kepala Dinas PU Kota Bandar Lampung, Dedi Sutiyoso.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal juga melakukan tinjauan lapangan ke titik banjir di Panjang, memastikan percepatan normalisasi drainase sebagai langkah jangka pendek yang harus diselesaikan secepatnya untuk mengurangi potensi banjir ulang.


Status Kedaruratan Resmi Ditetapkan

Sebagai langkah strategis, Wali Kota Bandar Lampung menetapkan Status Darurat Bencana melalui SK Wali Kota Nomor 15 Tahun 2025. Hal ini memungkinkan percepatan penyaluran bantuan, penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp2 miliar, serta koordinasi langsung dengan BNPB dan Kementerian PUPR untuk perbaikan infrastruktur dasar.

“Semua unsur bergerak. Ini kerja sama lintas sektor agar warga bisa kembali beraktivitas normal dalam waktu dekat,” tegas Iwan Gunawan.


Ajakan untuk Menjaga Lingkungan

Pemkot juga mengimbau seluruh warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan, khususnya tidak membuang sampah ke sungai atau saluran drainase. Edukasi lingkungan dilakukan lewat kelurahan dan RW, agar kesadaran kolektif warga meningkat demi mencegah banjir di masa depan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini