lampungmedia.co, Jakarta – Polisi tengah memburu 16 aktor atau pemeran rumah produksi film porno lokal yang beroperasi di Jakarta Selatan. Sejauh ini baru lima orang yang ditangkap, mulai dari sutradara hingga 1 pemeran porno tersebut.

“Setidaknya terdapat 12 pemeran dalam film atau adegan film dewasa dimaksud. 12 pemeran wanita yang salah satunya tadi kita lakukan penangkapan. Dan 11 lainnya saat ini masih kita kembangkan penyelidikan-penyelidikan selanjutnya,” terang Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, dalam konferensi pers Senin (11/9).
“Kemudian ada 5 orang pemeran pria yang saat ini juga masih kita kembangkan untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” sambungnya.

Ade menyebut, para pemeran porno wanita ini memiliki berbagai latar belakang profesi, mulai dari artis, model hingga selebgram.

Ade mengungkapkan bahwa para pemeran yang terlibat dalam pembuatan film tidak diteken kontrak, melainkan mereka dibayar per film.

“Tidak terdapat kontak untuk pemeran yang digunakan dalam pembuatan film asusila yang dimaksud. Jadi pembayaran hanya sekali di perfilm dengan kisaran pembayaran di angka Rp 10 juta-Rp 15 juta,” tutur Ade.

Ade mengatakan, rumah produksi porno lokal itu menggaet pemeran melalui pihak ketiga maupun dari sosial media yang mereka sudah perhatikan.

“Cara merekrut para pemeran dalam konten video maupun film bermuatan asusila yang dimaksud, tersangka ini selain mendapatkan talent dari kelompok jaringannya, juga dilakukan melalui profiling media sosial dari calon targetnya,” tandasnya.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halmaan resmi Kumparan.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini