lampungmedia.co, Lampung Timur – Pemerintah Provinsi Lampung telah menetapkan daerah-daerah yang berada di zona merah dampak El Nino yaitu Lampung Timur dan Lampung Selatan. Prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kekeringan akan terjadi pada September hingga Oktober 2023.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah-langkah preventif. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung, Kusnardi, menjelaskan bahwa sektor pertanian akan menjadi salah satu yang paling terdampak oleh fenomena El Nino.

“Kami berupaya melakukan percepatan penanaman dan memanfaatkan semua sumber daya yang ada agar lahan-lahan yang layak tanam dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin,” ungkap Kusnardi, Kamis, 27 Juli 2023.

Pemerintah Provinsi Lampung berharap pada Agustus mendatang, kegiatan pertanian dapat berjalan normal kembali dan petani telah melakukan penanaman pada berbagai tahap pertumbuhan tanaman. Pemprov juga memberikan dukungan kepada sektor pertanian dengan memberikan bantuan alat produksi pertanian (alsintan) untuk mempercepat proses tanam.

“Lampung juga salah satu provinsi yang dapat bantuan benih berumur pendek, hal itu kita dukung dengan program pendukung pertanian yang di canangkan pak Gubernur. Selain itu Menteri Pertanian bicara bahwa Lampung merupakan satu dari enam provinsi yang diandalkan dalam El Nino ini,” kata Kusnardi.

Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan pemetaan beberapa daerah zona merah yang terdampak parah oleh kekeringan. Hal ini mendorong Pemprov untuk memperkuat lumbung desa yang telah dibangun sebelumnya sebagai bagian dari upaya persiapan menghadapi fenomena El Nino.

“Daerah-daerah merah di Lampung bagian timur, khususnya Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Selatan, menjadi perhatian utama kami. Namun, kami optimis bahwa dengan langkah-langkah yang telah diambil, daerah-daerah tersebut siap menghadapi situasi ini,” kata dia

Pemerintah Provinsi Lampung juga tengah mengupayakan persiapan terhadap krisis air bersih yang mungkin terjadi akibat El Nino dengan membangun beberapa sumur pantau air minum (spam) di wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak. Tujuannya adalah untuk memastikan pasokan air bersih tetap terjaga selama masa kekeringan.

“Kami sudah menyiapkan persediaan air bersih. Semoga dampak El Nino tidak terlalu parah, tetapi kami telah siap menghadapinya, termasuk memastikan cukupnya persediaan bahan pangan. Spam untuk daerah kota yang sumber airnya berasal dari way sekampung masih banyak,” kata Kusnardi.

Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Lampost.co

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini