lampungmedia.co, Liwa – Sekelompok gajah liar di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) kembali memasuki pemukiman warga di sejumlah pekon (desa) sekitar Kecamatan Suoh, Lampung Barat. Salah satu desa yang dimasuki adalah Pekon Sukamarga.
Belasan gajah itu makin mendekati pemukiman warga untuk mencari makan sejak beberapa malam terakhir. Kawanan satwa liar itu mencari makan dengan memasuki kebun-kebun di belakang rumah penduduk saat malam.
Peratin (Kades) Sukamarga, Jaimin, menjelaskan gajah liar masuk lahan marga di Pekon Sukamarga sejak empat hari terakhir. Untuk masuk ke desa itu, satwa tersebut telah melalui perjalanan selama dua pekan dengan melewati Tuguratu hingga Bandarnegeri Suoh.
“Bahkan, kawasan tersebut sempat menjebol gubuk warga hingga akhirnya saat ini masuk lahan marga Pekon Sukamarga,” kata Jaimin, Senin, 3 Juli 2023.
Kawanan satwa itu memasuki kebun warga dan memakan tanaman terutama pisang. Mereka juga turut memasuki area persawahan dan menginjak semaian padi petani.
Dia melanjutkan, untuk mengatasi kondisi yang selalu berulang tersebut telah mengusulkan kepada Balai TNBBS untuk segera menindaklanjutinya. Namun, hingga saat ini belum ada upaya.
“Bahkan sejak dua malam ini tidak ada dari TNBBS yang memantau pergerakan gajah itu. Mungkin mereka sedang membahas langkah dan upaya lebih lanjut,” kata dia.
Dia mendorong Balai TNBBS perlu segera mengambil langkah. Sebab, tim Satgas penanggulangan gajah di pekon saat ini tidak bisa berbuat banyak untuk mengantisipasi pergerakan gajah.
Apalagi kawanan gajah liar saat ini makin agresif. Bahkan, terdapat 18 ekor gajah yang sebagiannya berpencar mencari makan masing-masing.
“Informasinya ada tiga ekor di Pekon Tuguratu dan sebagian di Sukamarga,” ujarnya.
Namun, dia tidak bisa memastikan posisi ke18 gajah itu saat ini. Untuk itu, Tim Satgas pun menjadi takut untuk menghalau. Apalagi, gajah itu selalu keluar saat malam karena saat siang gajah beristirahat di dalam semak yang rimbun.
“Tim Satgas saat ini setiap malam hanya berupaya memblokade agar kawanan gajah liar tidak memasuki pemukiman penduduk,” katanya.
Dia berharap keberadaan gajah-gajah liar itu menjauh dari lahan marga dan tidak mengganggu aktivitas petani. Sebab, masyarakat ingin bekerja dan bukan hanya menjaga gajah saja.
“Masyarakat mau keberadaan gajah liar jauh dari lahan sehingga warga bisa beraktivitas dengan tenang,” kata dia.
Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Lampost.co




















