lampungmedia.co, Jakarta -Setelah pekan lalu terjadi insiden kebakaran Depo Pertamina Plumpang Koja Jakarta Utara Jumat pekan lalu, Menteri BUMN Erick Thohir berencana untuk merombak Depo Pertamina Plumpang menjadi ekosistem lubricant.
Adapun rencana sebelumnya yang ditetapkan adalah membangun buffer zone di lokasi Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang, hingga untuk relokasi depo Plumpang ke lahan milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).
“Lalu Plumpang ditinggalkan? Tidak. Ada lubricant, atau oli yang memang tidak memerlukan pipa seperti BBM. Mungkin lebih aman. Jadi ekosistem untuk lubricant bisa dikembangkan di situ,” kata Erick di Tennis Indoor Senaya, GBK, Kamis malam (9/3/2023).
Namun demikian, Erick belum memberikan keterangan terkait hal tersebut secara rinci. Ia mengatakan, semua proses bisnis yang dijalani tentu harus ada hitungannya. Terkait rencana pengembangan ekositem lubricant, akan dibicarakan di Komisi VI DPR RI, bersama dengan Pertamina.
“Tapi kan itu semua mesti ada hitungan bisnisnya. Makanya komisi VI akan mengambil Direksi Pertamina untuk memaparkan ini. Jadi, jangan debat kusir yang tidak penting, pesan Presiden, keselamatan rakyat harus diprioritaskan,” lanjut ketua PSSI itu.
Erick mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus dalam memetakan buffer zone untuk kawasan vital nasional, seperti kilang minyak, hingga pupuk. Salah satu yang diusulkan adalah membuat parit air, seperti yang diusulkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Yang kita lakukan sekarang mulai memetakan buffer zone untuk kawasan vital seperti kilang, pupuk ada buffer zone-nya. Salah satu inisiasi yang sudah diusulkan bapak presiden membikin parit air,” ungkap Erick. “Artinya, proses ini akan kita lakukan yang utama buffer dulu. Kalau pemindahan itu, perlu waktu, dan Pelindo harus bikin tanah-nya dulu, itu mungkin baru 2024,” lanjutnya.




















