lampungmedia.co, Jakarta – Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, terbakar pada Jumat (3/3) sekitar pukul 20.10 WIB. Kobaran api sempat memicu kepanikan, apalagi permukiman padat penduduk berhimpit dengan Terminal BBM tersebut.
Kebakaran yang terjadi Jumat (3/3) malam tersebut dinyatakan padam pada Sabtu (4/3) dinihari sekitar pukul 02.19 WIB. Sehingga bisa disimpulkan kebakaran terjadi selama 6 jam.
“Pemadaman dinyatakan selesai. Waktu mulai operasi pukul 20.22 WIB. Waktu selesai operasi 02.19 WIB,” tulis Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta.
Proses pemadaman dilakukan oleh 52 unit damkar. Petugas datang dari berbagai Sudin Gulkarmat seperti Jakut, Jakbar, Jaksel, Jakpus, dan Jaktim.
Data posko penanggulangan kebakaran Depo Pertamina Plumpang pada Jumat (3/3) pukul 24.00 WIB mengungkapkan, peristiwa itu menyebabkan 17 orang tewas. Dua di antaranya termasuk anak-anak. Sedangkan korban luka-luka tercatat sebanyak 50 orang.
Awalnya penanganan korban dilakukan di tiga rumah sakit, yakni RSUD Koja, RS Mulyasari, dan RS Tugu. Tapi kemudian korban meninggal dunia dipindahkan ke RS Polri Kramat Jati dan RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Sementara korban luka-luka ada yang dirujuk ke RS Pusat Pertamina (RSPP).
Kadinkes DKI Jakarta Widyastuti mengatakan pasien yang dirujuk merupakan korban yang mengalami luka bakar berat.
“Ada beberapa kriteria. Pertama yang meninggal ke RSCM dan RS Polri. Yang butuh penanganan lebih lanjut karena beratnya persentase (luka bakar) itu ke RS Pertamina (RSPP)” kata Widyastuti saat konferensi pers di RSUD Koja, Jumat (3/3).
Berita ini telah lebih dulu diterbitkan di halaman resmi Kumparan.com


















