lampungmedia.co, Lampung Barat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat (Lambar) menggelar Musyawarah Pembangunan Daerah (Musrenbangda). Musrenbangda yang dipusatkan di GOR Ajisaka, Liwa itu merupakan puncak dari kegiatan penjaringan aspirasi yang telah dilaksanakan di seluruh kecamatan sejak Februari lalu.

Musrenbangda dihadiri seluruh pemangku kepentingan Pemkab Lambar, DPRD Lambar, dan tokoh masyarakat serta organisasi dan lainnya.

Selain itu, hadir pula Staf Ahli Bidang Ekonomi Pemprov Lampung, Saiful Dermawan dan Ketua DPRD Provinsi Lampung. Kemudian secara virtual juga dihadiri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung.

Musrenbangda juga menghadirkan tiga narasumber, yakni Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Data dan Informasi Bappeda Lampung, perwakilan Bappeda Lampung, Belli Pahlupi, Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan RI, Mahfud Sujadi, serta Kepala Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB), Ernan Rustiadi.

Bupati Lambar, Parosil Mabsus menyampaikan, Lambar tetap mampu menorehkan berbagai prestasi antara lain Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) hingga 11 kali dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sejak 2020 lalu.

“Kegiatan Musrenbang ini untuk merumuskan, mensinergikan, dan mengsinkronkan program dan rencana kerja pemerintah daerah tahun 2023. Karenanya kegiatan ini dinilai penting yang pelaksanaanya harus semakin berkualitas,”  katanya, Kamis, 24 Maret 2022.

Pelaksanaan pembangunan Pemkab Lambar pada 2023, harap dia, mampu diformasikan menjadi perioritas pembangunan yang sejalan dengan rencana pembangunan daerah Lambar, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Lampung, dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Pemerintah Pusat sesuai dengan tema pembangunan Lambar tahun 2023, yaitu penguatan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur publik.

“Dengan bercermin kepada tema pembangunan yang telah ditetapkan itu, maka kegiatan pembangunan 2023 difokuskan kepada penguatan ekonomi, peningkatkan kapasitas sumber daya manusia sebagai kekuatan modal sosial agar terlaksananya pembangunan yang berkelanjutan,” kata dia.

Menurut Bupati, guna menyukseskan pembangunan berkelanjutan dan terbentuknya sumber daya manusia yang berintegritas, produktif, berdaya saing, dan adaktif terhadap tuntutan global maka perlu dipersiapkan secara bersama.

“Kemudian untuk mencetak generasi melenial yang mampu menjadi agen perubahan yang responsif bagi kemajuan daerah serta memperkokoh persatuan bangsa maka kualitas SDM dapat ditunjukan dari angka Indeks pembangunan Manusia (IPM). Tahun 2021 IPM Lambar mencapai 67,90 poin yaitu naik sebesar 0,10 poin dari tahun sebelumnya. Lambar menempati urutan IPM ke-8 dari 15 kabupaten/kota di Lampung,” jelas dia.

Pertumbuhan ekonomi Lambar tahun 2021 mampu mencapai 2,58%. Tetapi pertumbuhan ekonomi Lambar itu masih di bawah pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung sebesar 2,79%.

“Lambar yang 50 persen wilayahnya merupakan kawasan hutan dan 25 persen kawasan budi daya kopi, maka pertumbuhan ekonomi tetap mengedepankan pertumbuhan hijau, yaitu peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga alam dan berkeadilan sosial,” kata Bupati.

Artikel ini telah tayang di sini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini