GR ( PESAWARAN) – Dalam rangka meningkatkan keterampilan,kemampuan  mengelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Tahun 2017, Pemerintah melakukan pelatihan kepada aparat Desa guna meningkatkan Perekonomian di Bumi Andan Jejama, Kabupaten Pesawaran. Kamis (28/12/2017).

Dendi Ramadhona Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesawaran sangat menyambut baik acara ini, karena dapat meningkatkan kemampuan, wawasan dan pengalaman para pengelola BUMDes sehingga dapat bermanfaat bagi daerah dan memberikan dampak positif dalam peningkatan manajemen ekonomi masyarakat Kabupaten Pesawaran.

dasar dari pembentukan Bumdes adalah Permendesa No. 4 Tahun 2015 tentang Pendirian  Pengutusan dan Pengelolaan serta Pembubaran Badan Usaha Milik Desa yang menjadi Pedoman bagi daerah dan Desa dalam pembentukan dan  pengelolaan BUMDes.

BUMDes adalah Badan Usaha Milik Desa yang di kelola oleh Pemerintah Desa dan Masyarakat Desa dengan tujuan untuk memperkuat Perekonomian Desa dan di bentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi yang ada di desa.

Kegiatan pelatihan dan pembinaan BUMDes ini  dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan pengurus BUMDes untuk mengoptimalkan pengelolaan dan pengembangan BUMDes. Dengan meningkatnya pengetahuan serta keterampilan dan sikap  pengurus Bumdes, diharapkan dapat meningkatkan kinerja, sehingga mampu menjalankan Bumdes yang efektif,  efisien, transparan dan akuntabel. Bila hal ini dapat tercapai maka dapat memberikan dampak pada meningkatnya pendapatan asli desa dan juga meningkatnya kesejahteraan penduduk desa.

Saya berharap, BUMDes dalam mengembangkan sumberdaya ekonomi potensial di desa dapat memanfaatkan teknologi internet, sehingga pemasaran dan promosi produk dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Kedepannya BUMDes diharapkan dapat memenuhi kebutuhan local, kebutuhan pasar regional bahkan internasional melalui produk – produk unggulan yang di kelola BUMDes.

BUMDes dalam mengelola dan memanfaatkan potensi desa harus mempunyai rencana bisnis yang matang. Dengan rencana bisnis yang matang, setidaknya BUMDes sudah melakukan suatu proses manajemen resiko, sehingga harapannya BUMDes terhindar dari kegagalan bisnisnya. Jenis usaha yang dilaksanakan pun tidak hanya mempertimbangkan konteks lokal ataupun kebutuhan lokal, namun juga harus mempertimbangkan segmentasi pasar. Selain itu BUMDes juga harus paham dan mengerti bagaimana sebuah produk/jasa sampai pada target pembeli.

Melalui Pelatihan ini diharapkan para pengurus BUMDes mengerti faktor-faktor pendukung dalam menjalankan usaha BUMDes, agar BUMDes dapat berjalan dengan efisien dan efektif sehingga memperoleh hasil dan pada akhirnya akan menguatkan perekonomian Desa.

Saya berharap BUMDes yang sudah terbentuk di Kabupaten Pesawaran merupakan perwujudan/ representasi dari pengelolaan ekonomi produktif desa yang dilakukan secara Kooperatif, Partisifatif, Transparansi, Akuntabel dan Berkelanjutan .

Sebelum saya mengakhiri sambutan ini, saya ingin berpesan kepada para peserta Pelatihan BUMDes agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan bersungguh-sungguh dan penuh perhatian, secara seksama serta dapat bertukar pikiran dengan narasumber tentang mekanisme pengelolaan dan pengembangan BUMDes sehingga nantinya dapat dijadikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan. Sehingga BUMDes dapat berjalan secara mandiri, efektif dan efisien.

Demikian beberapa hal yang dapat disampaikan. Akhirnya, seraya mengharap ridho Allah SWT dan dengan mengucap “Bismillahhirrahmannirrahim” Pelatihan Penguatan dan Pembinaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tahun 2017, secara resmi saya nyatakan “Dibuka”.(red).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini