GR (KUANSING ) – Hampir sepekan Liquified Petrolium Gas (LPG) isi tabung tiga kilogram sulit ditemukan di Kabupaten Kuantan Sengingi ,Riau. Untuk mengatasinya masyarakat setempat kembali menggunakan minyak tanah dan kayu bakar sebagai bahan utama bagi ibu rumah tangga untuk kebutuhan sehari-hari.
Seperti yang di katakan indah, ketika di komfirmasi gerbangrepublik.com,Kamis (6/12/2017) , sulitnya mencari elpiji di berbagai tempat di pangkalan di Kecamatan Kuantan Hilir seberang namun tidak ditemukan, bahkan agen pengencer mengatakan sudah sepekan tabung kecil warna hijau itu seperti bak telan bumi, menghilang.
” Mau tidak mau kami selaku ibu rumah tangga harus beralih lagi ke minyak tanah dan kayu api untuk menanak nasi serta memasak lauk-pauk,” ungkap Indah.
Lebih lanjut masih ujar Indah, kelangkaan elpiji hampir di seluruh pangkalan yang ada di dua kecematan di Kabupaten Kuansing, untuk mengatasi kami berencana akan mencari ke kota Teluk Kuantan ibukota Kabupaten.
Hal serupa juga dialami oleh ningsih Masyarakat kecamatan kuatan tengah , sudah beberapa hari ini ia mencari LPG tiga kilogram. bahkan pencariannya sampai di kota Teluk kuantan, namun disayangkan lagi – lagi ia tidak menemukan gas elpiji 3 kg.
“Sudah dari hari sabtu kemarin saya mencarinya, sampai sekarang belum ketemu,” ungkapnya . Kosongnya elpiji isi tabung tiga kilogram terpaksa membuat ningsih beralih ke kompor minyak. Tentu saja minyak tanah tidak murah di sini, di mana satu liternya bisa dipatok hingga Rp 10 ribu, dan Pemakaiannya hanya beberapa hari saja.
Sedangkan kalau saya tidak sanggup membeli minyak tanah, terpaksa saya mencari kayu di kebun – kebun tetangga untuk menanak ataupun untuk memasak. “Minyak tanah cepat habisnya, beda dengan LPG yang kadang bisa sampai 2 minggu,” ungkapnya
Hal ini pun dibenarkan oleh salah satu Pengecer di Kota Teluk Kuantan menyebutkan, sudah beberapa hari agen tidak mengirimkan LPG. Permintaan yang sudah dilakukan sejak pekan lalu tidak pernah terpenuhi hingga sekarang.
“Sudah lama kosongnya bang, tinggal tumpukan tabung yang tak ada isinya saja lagi. Nunggu dijemput oleh agen, Dia sangat berharap kepada pemerintah Daerah untuk mencarikan solusi, terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilo gram ini. dan juga diharapkan Pemerintah Daerah Kabupaten kuansing melalui SKPD nya untuk turun kelapangan.” ungkapnya .(roder)



















