GERBANGREPUBLIK.COM – (Way Jepara ).  Ikatan Wartawan Online Lampung Timur (IWO) menyesalkan atas  kejadian yang di alamai salah satu Wartawan  anggota IWO yang merasa di abaikan oleh kadis PMD Lampung Timur.

“Awalnya Kamis (19/10) pagi saya  sampaikan lewat pesan sms kepada pak Syahrul kalau saya mau wawancara via telpon dan  kemudian dijawab  kalau ketemu saja wawancaranya, ” kata Muklasin Jurnalis Antara di  Lampung Timur,  Kamis (19/10).

“Dalam percakapan telpon itu saya sampaikan mau wawancara penggunan dana desa di Lampung Timur  dan kadis Syahrul  mengatakan kalau dinasnya ada kegiatan di hotel yang ada di Way Jepara, kita bertemu saja disana Jam 11, wawancaranya disana, ” katanya lagi.

Menurut Muklasin”, di salah satu hotel di way Jepara sejumlah pegawai Dinas PMD Lampung Timur memintanya menunggu untuk sesi wawancara dengan kadis PMD

“Sudah saya sampaikan bapak minta tungu sebentar yang tadi ditelpon bapak ya,” kata dia lagi menirukan salah satu pegawai PMD Lampung Timur.

Satu jam ditunggu,  pegawai dinas PMD lainnya menyatakan  Syahrul Syah telah keluar hotel.

” Saya sebagai wartawan merasa dilecehkan profesi saya, karena tanpa pemberitahuan perginya padahal sudah janjian wawancara,” ungkapnya.

Sementara ketua IWO Lampung Timur Edi Arsadad menanggapi “di era keterbukaan informasi fublik sekarang ini Seharusnya Pejabat daerah dapat memberikan informasi yang di butuhkan oleh Media.”

” Bahwasanya  IWO memberikan arahan kepada  wartawan atau jurnalis untuk mengedepankan  berita yang benar benar objektif, dengan menggali berita dari sumber  yang  kredible.”ujar bung Edi

 masih kata bung Edi Arsadad” Saya  yakinkan bahwa Wartawan yang ada di IWO semuanya mempunyai kapasitaas dan profesional jadi baik itu Instansi ataupun pejabat publik gak perlu merasa Risih ataupun Kucing kucingan dengan Anggota IWO”.(KEMAS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini