GERBANGREPUBLIK.COM – (Tanggamus). Paham dan gerakan radikal, komunis dan teroris (RKT) terjadi akibat kurangnya pemahaman seseorang akan agama.
Demikian disampaikan Wakil Bupati Tanggamus H. Samsulhadi, M.Pd.I dihadapan peserta sosilasilasi anti paham dan gerakan radikal, komunis dan teroris (RKT) Kabupaten Tanggamus di hotel Gisting, Selasa (22/8/2017).
“Munculnya paham dan gerakan radikal, komunis dan teroris diantaranya kurangnya pemahaman seseorang akan agama, karena pengetahuannya sangat dangkal terhadap ajaran agama,” ujar Samsulhadi.
Dikatakan Samsulhadi, kurangnya pemahaman terhadap agama disebabkan cara memahani agama sepotong-sepotong dan tanpa melihat inti ajaran agama secara menyeluruh. Selain itu, mereka juga tidak melihat nilai- nilai luhur yang terkandung dalam ajaran agama.
Dan pencegahannya, kata dia adalah dengan jalan memberikan pemahaman agama secara utuh, secara integral dan komprehensif sehingga ajaran agama itu tidak dipahami secara parsial yang mengakibatkan terjadi kesalahpahaman.
“Tugas para ulama, kiai, ustadz memberikan pemahaman agama secara utuh dan benar,” katanya.
Selain itu, kata Samsulhadi ada
faktor-faktor lain munculnya gerakan RKT saat ini, pemahaman agama secara radikal, tidak meratanya kesejahteraan, sumberdaya manusia yang lemah, lemahnya iman, lemahnya ekonomi, kurangnya jiwa nasionalisme dan krisis keteladanan.
“Krisis keteladanan telah menghinggapi hampir seluruh elemen masyarakat, dari pemimpin negeri dan bangsa ini sampai pemimpin terkecil di masyarakat, dan tidak jarang pula terjadi di kalangan pemimpin umat dan agama,” kata dia.(say)




















