GERBANGREPUBLIK.COM – (Mesuji). Melonjaknya harga garam konsumsi yang semula Rp 2000 menjadi Rp 18000 /kg, di Kabupaten Mesuji, mengundang perhatian Ketua DPRD setempat Fuad Amrullah.
Menurut dia lonjakan harga garam yang begitu signifikan mesti menjadi perhatian serius semua fihak. Hal itu mengingat garam konsumsi dapur saat ini menjadi kebutuhan pokok ditengah masyarakat.
Untuk itu dinas/instansi terkait diminta untuk mencari tahu faktor apa saja yang membuat harga garam naik.
“Terkait dengan melonjaknya harga garam tersebut, mesti menjadi perhatian dinas terkait, pasti banyak faktor yang mempengaruhi. Setidaknya kita sebagai Pemerintah daerah juga harus bisa menjelaskan ke masyarakat terkait persoalan garam tersebut, syukur ada upaya mencari solusi, dari harga 2000 menjadi 18000 itu kan luar biasa,” kata Fuad, Senin (14/8).
Untuk mencari tahu imbas dari lonjakan harga garam ini, lanjutnya dia akan mengerahkan komisi di DPRD Mesuji turun lapangan kemasyarakat maupun kepara pedagang pasar.
“Saya nanti meminta komisi DPRD yang Leading sektornya terkait hal tersebut untuk turun ke masyarakat dan warga, supaya kita sejauh apa imbas dari lonjakan harga garam tersebut.baik kepada masyarakat dan pedagang,” imbuhnya.
Diketahui sepekan ini, sejumlah masyarakat mengeluhkan kelangkaan dan tingginya harga jual garam dapur. “Bingung kita mas, koq bisa garam larang tenan. Malah harganya mahal lagi. Namun mesti begitu tetap saja kita beli, karena kebutuhan memasak. Sayur tanpa garam rasanya hambar,” tukasnya.(Kotan).




















