GERBANGREPUBLIK.COM – (Pesisir Barat ). Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah ( TP4D)  Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat (Pesibar) akan terus mengawal pembangunan  kompleks perkantoran Bupati Pesibar, hal ini di katakan dikatakannya saat peletakan batu pertama pembangunan Kantor Pemerintah Daerah san Kantor DPRD setempat,  Selasa (20/6).

Proyek pembangunan Kantor Pemerintahan Pesisir Barat dan DPRD dilaksanakan selama dua tahun anggaran, terletak di Kelurahan Pasarkrui Kecamatan Pesisir Tengah — depan Sekretariat Pemkab Pesibar.

Ketua TP4D, Alex Rahman,  mengatakan sejak awal sampai saat ini pihaknya masih terus mengawal dengan ketat seluruh tahapan proyek multiyears itu. “Bahkan hingga pembangunannya benar-benar selesai kami dari TP4D akan terus melakukan pengawalan semaksimal mungkin,” ujar Alex.

Alex meminta agar proses pembangunan bisa disiapkan sesuai dengan kebutuhan, perencanaan, dan peraturan yang matang dan teratur. Dengan begitu, realisasi pelaksanaannya bisa dirampungkan sesuai denyan proyeksi yang telah tersusun yakni selama dua tahun masa pengerjaan. “Dengan seluruh tahapan sesuai jadwal dan ketentuan maka diharapkan pembangunan tersebut bisa selesai tepat waktu,” pungkasnya.

“Kami juga berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami dengan ditunjuk menjadi ketua TP4D. Mudah-mudahan dalam pelaksanaannya pembangunan komplek perkantoran eksekutif dan legislatif ini tidak mengalami kendala-kendala yany berarti,” tukasnya.

Sedangkan sambutan Bupati, Agus Istiqlal, mengatakan :-)sebelumnya dirinya sudah memboyong seluruh anggota DPRD dan kepala SKPD ke Bandung untuk studibanding terkait letak Pemkot Bandung, yang berada persis ditengah-tengah kota.

“Alasan kenapa pembangunan komplek perkantoran Bupati dan DPRD Pesibar harus di tengah kota yakni keberadaan komplek perkantoran tersebut kedepan menjadi simbol Pesibar sebagai Bumi Para Sai Batin dan Ulama. Pelayanan masyarakat juga akan lebih efisien dan optimal,” papar sosok nomor satu di kabupaten paling bungsu di Lampung itu.

Agus meminta kedepannya masyarakat dan pemerintah bisa terus menjalin kekompakan dalam hal percepatan pembangunan disegala bidang. Bupati juga tak henti-hentinya mengajak kepala SKPD untuk terus berlari dalam mengejar ketertinggalan. “Hari ini pembangunannya dimulai. Semua itu saya tegaskan bukan untuk Agus Istiqlal, tapi saya persembahkan untuk anak cucu dan generasi penerus Pesibar,” sambungnya

Dijelaskannya dasar pembangunan komplek perkantoran bupati, tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pesibar Tahun 2017 sampai dengan Tahun Anggaran 2021. “Guna menindaklanjuti hal tersebut, maka Pemkab Pesibar telah memprioritaskan pembangunan dibidang infrastruktur yaitu, pembangunan kantor DPRD yang telah dilaksanakan sejak Januari lalu, dengan waktu pelaksanaan hingga akhir 2017 ini,” tambah Agus.

Selain itu kata Agus, pembangunan komplek perkantoran bupati dengan luas bangunan yaitu 20.326 M2, dengan waktu pelaksanaan selama dua tahun anggaran yaitu Tahun 2017 sampai dengan Tahun 2018. “Prioritas ketiga, masjid agung yang lokasinya terintegrasi dengan komplek perkantoran bupati dan kantor DPRD. Pembangunannya menyusul secara bertahap pada tahun anggaran berikutnya,” ungkapnya.

Masih kata Agus, sebagai upaya percepatan pelaksanaan pembangunan infrastruktur tersebut, maka Pemkab Pesibar telah melaksanakan proses lelang secara terbuka dengan berpedoman pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Perpres Nomor 4 Tahun 2015 tentang perubahan keempat atas Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa.

“Kemudian dalam rangka mewujudkan penyedia jasa konstruksi terbaik, maka panitia lelang Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pesibar, telah menyelenggarakan proses lelang untuk pembangunan komplek perkantoran bupati dan kantor DPRD secara terbuka melalui sistem online pada LPSE Pesibar.

“Dengan demikian diharapkan rekanan pemenang lelang selaku penyedia jasa konstruksi untuk pembangunan komplek perkantoran bupati dan DPRD tersebut adalah kontraktor yang telah memiliki pengalaman serta kapabilitas yang telah teruji,” harapnya.

Dia menandaskan selanjutnya dalam penetapan lokasi untuk pembangunan komplek perkantoran bupati, kantor DPRD dan masjid agung, telah melalui studi kelayakan dengan mempertimbangkan beberapa aspek mulai dari tata ruang, ekonomi, mobilitas, sosial, topografi, aksesibilitas dan ketersediaan utilitas. sedangkan bentuk-bentuk pada bangunan mengaplikasi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Pesibar.

“Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas segala dukungan dari masyarakat sehingga terlaksanannya proses pembangunan infrastruktur di Pesibar yang kita cintai ini,” tandasnya.(Humas Pemkab/red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini